Dugaan Korupsi Anggaran Dinas Pendidikan Tanggamus: Besaran Gaji Guru Honor yang Warna-warni

Dugaan Korupsi Anggaran Dinas Pendidikan Tanggamus: Besaran Gaji Guru Honor yang Warna-warni

Ilustrasi.

Tanggamus – Realisasi dan penyaluran honorarium non PNS pegawai honorer [Pegawai tidak tetap] di Dinas Pendidikan [Disdik] Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2019, patut dipertanyakan.

Diduga adanya mark-up pembayaran yang dilakukan oleh Disdik setempat kepada 1.498 guru dan 787 staff yang tersebar di sejumlah SD di Kabupaten Tanggamus.

Jika diakumulasikan dalam satu tahun anggaran 2020, jumlah guru dan staf sekolah negeri se-Kabupaten Tanggamus berjumlah 27.420 orang.

Hal itu dijelaskan dalam penjabaran dan uraian belanja pegawai non PNS yang tertuang dalam satu kode rekening dengan jumlah pagu anggaran sebesar Rp 18,237 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum [DAU] Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah Kabupaten setempat.

Baca Juga:  Arinal-Nunik Bertemu Pimpinan KPK

Salah satu Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Tanggamus atas nama Hari Purnomo menuturkan bahwa di tempatnya bertugas, ada empat guru honorer terdiri dari dua guru honorer Tenaga Kontrak Sukarela [TKS] dan dua guru honorer murni.

“Untuk 2 orang guru TKS langsung dari Disdik sesuai SK Bupati, kalau enggak salah [gajinya_read] sebesar Rp 500 ribu, dan 2 guru honorer murni diupah dari dana Bantuan Operasional Sekolah [Bos] itupun disesuaikan dengan jumlah peserta didik,” kata dia kepada reporter Fajar Sumatera, Jumat, 14 Agustus 2020.

Keterangan Hari Purnomo dengan salah satu Kepala Sekolah Dasar berinisial R agaknta berbeda pada soal besaran gaji guru honorer. Di tempat R bertugas, besaran gaji guru honorer berdasarkan SK bupati adalah Rp600 ribu.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Kunjungi Kementerian PUPR: Strategi Memperkuat Komitmen Antikorupsi

“Sedangkan untuk guru honorer murni di sekolahnya, untuk besaran upah cukup variatif disesuaikan dengan dana BOS tidak di SK-kan, artinya tergantung kemampuan sekolah, ada yang Rp 200 ribu dan tergantung lama atau tidaknya dia [guru_read] tersebut mengajar,” tutur dia. Selasa kemarin, 11 Agustus 2020.

Hasil penelusuran Fajar Sumatera, terkait honorarium guru dan staf sekolah negeri yang dianggarkan oleh Disdik Kabupaten Tanggamus, diduga kuat tidak ada kesesuaian jumlah nilai uang yang diterima oleh guru honorer di setiap sekolah.

Pasalnya, keterangan dan penjelasan soal besaran upah dari sejumlah Kepala Sekolah Dasar yang Fajar Sumatera telusuri, nilainya berbeda-beda.

Dimana dari Disdik Tanggamus dianggarkan sebesar Rp630 ribu untuk satu orang guru honorarium yang mengajar pada sekolah dasar. Berangkat dari hitungan tersebut, besaran nilai anggaran jika diakumulasikan dengan 1.498 orang guru dalam satu tahun adalah sebesar Rp 11.3 Miliar.

Baca Juga:  KPK Pastikan Panggil Nunik

Begitupun dengan 787 orang staff sekolah negeri yang dianggarkan Disdik setempat sebesar Rp525 ribu. Jika diakumulasikan dalam satu tahun anggaran, maka nilainya sebesar Rp4.9 Miliar.

Diketahui, Disdik Kabupaten Tanggamus juga mengalokasikan anggaran biaya untuk petugas lainnya, seperti petugas administrasi sebanyak 110 orang dengan nilai uang sebesar Rp 1.5 miliar; guru SLBN Tanggamus sebesar Rp42 juta, staf SLBN sebesar Rp6 juta, dan penjaga SLBN sebesar Rp3 juta. [Saefudin]

Dinas Pendidikan Tanggamus Kejaksaan Agung Kejaksaan Tinggi Lampung KPK Mark-up Anggaran

Posting Terkait