Ekonomi Syariah Bisa Jadi Solusi Ekonomi Dunia

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan saat menjadi pembicara pada sosialisasi pengembangan ekonomi syariah berbasis kerakyatan yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Kamis (17/5).

BANDARLAMPUNG—Ditengah guncangan ekonomi global, ekonomi syariah diyakini bisa menjadi solusi ekonomi dunia. Sebaliknya ekonomi konvensional atau yang sering disebut kapitalisme hanya mengeruk keuntungan sebesar-besarnya sehingga meninggalkan keadilan.

“Pada suatu fase (ekonomi konvensional) ini akan meledak dan mencari keseimbangan baru. Saya yakin, ekonomis syariah ini yang akan menjadi solusi ekonomi dunia,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan saat menjadi pembicara pada sosialisasi pengembangan ekonomi syariah berbasis kerakyatan yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Kamis (17/5).

Menurut dia, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk tumbuh di Indonesia dan banyak negara lainnya di dunia. Salah satu faktornya yakni besarnya populasi penduduk muslim dunia sekitar 2,2 miliar jiwa.

“Di negara Amerika dan di Eropa (muslim) tumbuhnya begitu pesat. Inilah potensi, baik internasional maupun nasional,” kata dia.

Meski begitu, dia menyayangkan lambatnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang justru berpenduduk mayoritas muslim. Bahkan ditingkat nasional, ekonomi syariah melalui perbankan baru tumbuh diangka sekitar 5 persen.

“Tingkat pengaplikasian ekonomi syariah, pertama di negara-negara Timur Tengah. Kemudian Malaysia dan ketiga Inggris. Kesadarannya tinggi. Mereka mengerti prinsip-prinsip ini yang benar seperti keseimbangan, keadilan dan bagi hasil,” lanjutnya.

Anggota DPR yang mengurus bidang keuangan, perbankan dan perencanaan pembangunan itu  berharap kepada mahasiswa untuk dapat memimpin ekonomi syariah ke depannya. Saat ini menurut dia, pertumbuhan ekonomi lesu dan tidak bergerak, padahal infrastruktur terus dibangun.

“Di daerah saya di Waykanan, masyarakat cerita, dulu 1 Kg karet bisa untuk beli 1 Kg beras bahkan lebih. Tapi sekarang berat. Saya pikir, peluang itu ada. Kita harus bangun ekonomi syariah berbasis masyarakat,” kata Marwan.

Ia pun memaparkan potensi dalam pengembangan ekonomi syariah. Pertama, penyelamatan ekonomi dunia akan selamat dengan ekonomi syariah. Kedua, potensi bisnis syariah dunia dan Indonesia sebagai market nomor satu tetapi kita belum banyak berbuat terkait ekonomi syariah.

“Terakhir, di tengah rendahnya pertumbuhan ekonomi, kita dikembangkan ekonomi sharing riches, melalui pendampingan, bukan permodalan yang akan akan menambah beban masyarakat,” pungkasnya (RD).

177 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Marwan Cik Asan potensi ekonomi syariah Wakil Ketua Komisi XI DPR RI

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan