Ekspor Batu Bara dan Kopi Melejit

ist

BANDARLAMPUNG—Meski nilai total ekspor Provinsi Lampung pada bulan Mei 2018 mengalami penurunan, namun ekspor tiga golongan barang utama lainnya yaitu batu bara; kopi, teh, dan rempah-rempah; serta olahan dari buah-buahan/sayuran justru naik. Batu bara naik paling tinggi 58,41 persen.

Komoditas utama lainnya yang juga meningkat yakni kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar 29,52 persen. Sedangkan olahan dari buah-buahan/sayuran naik tipis sebesar 6,62 persen.

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum mengatakan, sepanjang Mei 2018, nilai total ekspor Provinsi Lampung mencapai 245,63 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 7,60 juta dolar AS atau turun 3,00 persen dibandingkan ekspor April 2018 yang tercatat 253,23 juta dolar AS.

“Penurunan ekspor Mei 2018 terhadap April 2018 terjadi pada dua golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati turun 39,52 persen dan bubur kayu/pulp turun sebesar 0,22 persen,” ujarnya saat rilis di Kantor BPS Lampung, Senin (25/6).

Nilai ekspor Mei 2018 ini jika dibandingkan dengan Mei 2017 yang tercatat 300,85 juta dolar AS, juga mengalami penurunan sebesar 55,22 juta dolar AS atau turun 18,35 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada bulan Mei 2018 yaitu ke India yang mencapai 34,52 juta dolar AS, Italia 27,18 juta dolar AS, Amerika Serikat 27,09 juta dolar AS, Tiongkok 23,19 juta dolar AS, dan Belanda 19,75 juta dolar AS. Peranan kelimanya mencapai 53,63 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan nilai impor Provinsi Lampung pada Mei 2018 yang justru meningkat. Impor mencapai 243,44 juta dolar AS, naik sebesar 15,64 juta dolar AS (6,87 persen) dibanding April 2018 yang tercatat 227,80 juta dolar AS.

Nilai impor Mei 2018 tersebut masih lebih rendah 44,34 juta dolar AS atau turun 15,41 persen jika dibanding Mei 2017 yang tercatat 287,78 juta dolar AS.

Dari lima golongan barang impor utama pada Mei 2018, tiga diantaranya mengalami peningkatan, yaitu masing-masing biji-bijian berminyak naik hingga mencapai 1.972,20 persen, gandum-ganduman naik 779,58 persen, serta gula dan kembang gula naik 270,34 persen.

Sementara itu dua golongan barang impor utama lainnya mengalami penurunan yaitu ampas/sisa industri makanan turun 55,96 persen dan binatang hidup turun 38,53 persen,” kata dia.

Kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Mei 2018 mencapai 32,61 persen, dengan rincian sebagai berikut gula dan kembang gula 14,44 persen,  gandum-ganduman 5,61 persen, ampas/sisa industri makanan 5,54 persen, biji-bijian berminyak 3,78 persen, dan binatang hidup 3,24 persen.(*)

Posting Terkait