Empat Pelaku Spesialis Ganjal ATM Diringkus

BANDARLAMPUNG—Berakhir sudah petualangan empat pelaku kriminal spesialis Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang telah banyak memakan korban khususnya masyarakat Lampung.

Empat pelaku pencurian dengan cara mengganjal ATM, yang berhasil diringkus jajaran Subdit III Jatanras Ditrekrimum Polda Lampung, yaitu Ahmad Junaidi (37), Irawan (28), Zanial (25) ketiganya warga Tanggamus dan Arwansyah (27) warga Kemiling, Balam.
Dari empat pelaku, dua diantaranya ditangkap jajaran Subdit III Jatanras Ditrekrimum Polda Lampung pada Selasa (5/12) malam sekitar pukul 20.30 Wib, di sebuah kontrakan yang terletak di  jalan Imam Bonjol, Gang Pisang, Kelurahan Gedongair, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Bahkan dua pelaku yakni Ahmad Junaidi dan Irawan harus dihadiahi timah panas karena mencoba melakukan perlawanan. Kedua pelaku yang tertembak kemudian dibawa keRS Bhayangkara Polda Lampung.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji, mengatakan setiap pelaku memiliki peran berbeda. Ahmad Junaidi berperan mengganjal lubang kartu ATM denan menggunakan gergaji besi, sehingga kartu ATM nasabah tidak bisa masuk.

Sedangkan Arwansyah berperan menghafal nomor PIN para korban, Zainal sebagai supir yang mengendarai mobil jenis Daihatsu Ayla yang digunakan untuk beraksi. Irawan sendiri berperan, menjaga keadaan sekitar dan menelpon Arwansyah, memberitahukan jika ada orang yang akan menggunakan kartu ATM.

“Mereka merupakan pemain lama khususnya Ahmad Junaidi dan Arwansyah.  ini pemain lama. Sedangkan dua lainnya baru kita tangkap saat mereka berada di kontrakan. Kita dapat informasi dia selalu menyusun rencana di kontrakan tersebut,” ujar Kombes Heri Sumarji, Rabu (6/12).

Modus yang digunakan para pelaku yakni, menunggu korban yang hendak mengambil uang tunai, ketika kartu ATM korban tak bisa masuk, datang Ahmad Junaidi berpura-pura menolong korban. Ia berlaga bisa menolong korban, kemudian menanyakan nomor PIN, lantas Arwansyah juga datang berpura-pura membantu, disanalah Junaidi menanyakan nomor PIN, kemudian Arwansyah menghafal pin Korban. Selanjutnya secara cepat kartu ATM korban dipinjam dan di cek, namun pada saat itu kartu ATM korban ditukar dengan yang palsu. Kemudian bergegas pindah ke ATM lain dan menguras uang korban sebelum ATM tersebut diblokir.

“Mereka main cepat gitu polanya, makanya kalau masyarakat ada yang mengalami hal seperti itu, segera diabaikan dan bergegas laporkan ke Polisi,” kata mantan Kapolres Bandara Soekarno Hatta.

Dari hasil penyidikan, diperkirakan ada 11 TKP berdasarkan informasi yang dihimpun, dan ada dua lokasi yang sudah dilaporkan ke kepolisian, dengan korban Asri Aprilia di ATM pom Bensin Sidomulyo Lampung Selatan, dan Rohalyana di Chandra Mart Kemiling. Para pelaku juga memilik senjata api semi organik, beserta peluru yang dipakai jika para korban melawan.

“Rata-rata ATM nya Mandiri, BRI, dan BCA, tapi mereka beraksi tergantung kondisi, dan ATM mana yang sepi,” katanya.

Sementara Zanial mengaku baru beberapa bulan tergabung dalam komplotan tersebut. Ia bertugas mengendarai mobil, sambil memantau lokasi, sedangkan rekannya Irawan memantau kondisi sekitar dan melaporkan ke rekannya jika tidak aman. (*/OL)

1,014 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment