FAO Gelar Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia

Josua | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Badan pangan PBB (FAO) bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung menggelar pekan kesadaran antibiotik dunia.

Pekan kesadaran antibiotik dunia terselengara berkat dukungan USAID dan kerja sama pinsar petelur nasional wilayah Lampung dan Universitas Lampung (Unila).

Kegiatan berlangsung sejak kamis hingga Sabtu mendatang

Pekan kesadaran antibiotik diawali sarasehan peternak tentang antimicrobial resistance (AMR) di Golden Tulip Springhill Hotel, Kamis.

Baca Juga:  Pemprov Ingin Wisudawan Unila Kembangkan Kewirausahaan

Antimicrobial resistance disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak bijak pada unggas.

Saat dikonsumsi, residu antibiotik pada daging unggas dan telur akan berdampak pada manusia.

Setiap tahunnya AMR menyebabkan kematian sedikitnya tujuh ratus ribu jiwa pertahun di dunia dan diprediksi akan meningkat hingga sepuluh juta jiwa pertahun di tahun 2050,  dimana setengahnya berada di Asia.

Baca Juga:  Pra-Mubes UKPM Teknokra Tetapkan 4 Calon Ketua Formatur

Sarasehan peternak tentang antimicrobial resistance menjadi ajang diskusi antarpengusaha dan pihak terkait.

Beberapa pengusaha sudah menerapkan cara berternak sehat dan memiliki sertipikat nomor kelompok veteriner (NKV).

“Sertifikat NKV merupakan jaminan produk sehat karena proses produksi unggas dan telur dilakukan secara sehat,” kata Kadis Perkebunan dan Perternakan Lampung, Ediyanto.

Edi mengatakan, pemerintah mencanangkan pada tahun 2021 seluruh peternak di Lampung sudah bersertipikat NKV.

Baca Juga:  Unila dan Bukalapak Seminar Kewirausahaan

“Sejak dilaunching dari 2005 hingga 2018, hanya sekitar lima puluh peternak yang bersertipikat NKV,” terangnya.

Dan tahun ini empat belas peternak di Lampung meraih sertipikat NKV hanya dalam sepuluh bulan.

“Keberhasilan ini menjadi sebuah prestasi dan tercatat di museum rekor Indonesia,” pungkasnya. (JO)

Antibiotik Dunia FAO Petelur Peternak Ayam Unila

Posting Terkait