Flyover Pramuka Proyek Senilai Rp35 Miliar Retak

Flyover Pramuka Proyek Senilai Rp35 Miliar Retak!

Hasil pantauan Fajarsumatera.co.id di lokasi, Selasa (13/32018), plat pertama patah, dan posisi plat agak turun, sedangkan titik kedua hanya mengalami keretakan. Foto: Rikman/Fajarsumatera.co.id

BANDARLAMPUNG – FLYOVER Pramuka Indra Bangsawan, bangunan senilai Rp35 miliar yang belum lama diresmikan, mengalami keretakan di beberapa bagian.

Setidaknya ada dua titik kerusakan plat beton penyangga lantai flyover berukuran 1×1 meter berbentuk segi empat.

Baca Juga:  Pengamat: Flyover Pramuka Gagal Struktural

Hasil pantauan Fajarsumatera.co.id di lokasi, Selasa (13/32018), plat pertama patah, dan posisi plat agak turun, sedangkan titik kedua hanya mengalami keretakan.

Tim Forum Lalu Lintas yang terdiri dari Satlantas Polresta Bandarlampung, Dinas Perhubungan, Dinas pemukiman dan Perumahan turun langsung ke lokasi untuk memantau kerusakan tersebut.

Flyover Pramuka Proyek Senilai Rp35 Miliar Retak!

Tim Forum Lalu Lintas yang terdiri dari Satlantas Polresta Bandarlampung, Dinas Perhubungan, Dinas pemukiman dan Perumahan turun ke lokasi untuk memantau kerusakan Flyover Pramuka, Selasa (13/3/2018). Foto: Rikman/Fajarsumatera.co.id

Ditemui di lokasi, Pengamat Transportasi dari Universitas Lampung, Dwi Harianto, mengatakan keretakan tersebut memang belum berpengaruh signifikan terhadap kondisi flyover Pramuka tersebut.

Baca Juga:  Flyover Pramuka Retak, DPRD Kota Balam Panggil Rekanan

Namun jika tidak segera diperbaiki, pasti akan sangat berpengaruh terhadap tulang penyangga jembatan layang tersebut.

“Harus segera diganti, kalau dibiarin nanti tulang penyangga malah bisa retak, dan itu malah berbahaya untuk kendaraan maupun pengguna jalan,” ujarnya kepada awak media ketika memonitor retakan tersebut.

Menurut Dwi, kerusakan plat kurangnya fungsi kontrol pada pengerjaan jembatan layang tersebut, menjadi penyebab bahan baku (plat) flyover mudah retak.

Baca Juga:  Pengamat: Flyover Pramuka Gagal Struktural

Pengejaran flyover juga diindikasi dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan kualitas.

“Ya platnya itu kan beli di luar, sama kontraktor, nah monitoringnya kurang kuat, sehingga kualitasnya enggak bagus,” katanya.

Sayangnya, Plt Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar, belum bisa dikonfirmasi terkait keretakan di Flyover Pramuka, saat dihubungi via telepon, tidak ada jawaban meski nomornya aktif. (RM) 

Flyover Pramuka

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan