Fortuba Tuding Proyek BPBD Tuba Sarat Penyimpangan

Fortuba Tuding Proyek BPBD Tuba Sarat Penyimpangan

Foto: Dok. Murni/Fajarsumatera.co.id

TULANG BAWANG – DPP LSM Forum Rakyat Tulang Bawang (Fortuba) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala usut indikasi penyimpangan Empat Proyek Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana, milik Badan Penagulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulang Bawang Tahun Anggaran 2016-2017.

“Empat paket proyek tersebut dialokasikan di wilayah Kecamatan Banjar Baru, Menggala Timur dan Gedung Meneng. Sangat tidak tepat, padahal yang butuh Rehabilitasi dan Rekontruksi adalah Kecamatan Rawa Pitu, Menggala, dan Dente Teladas. Ketiga kecamatan ini setiap tahun dipastikan terkena bencana banjir tapi kenapa luput dari bantuan pemerintah,“ papar Ketua DPP Fortuba Andika melalui sambungan selulernya, Kamis (10/5).

Fortuba menilai ke-4 paket proyek senilai Rp10 M yang anggarannya berasal dari dana hibah selain tidak tepat sasaran hasil pekerjaan terkesan asal jadi, dan terindikasi sarat penyimpangan.

Andika, menjelaskan jika pada tahun 2016, pihak BPBD Tulang Bawang mendapat alokasi dana hibah sebesar Rp10 M dari pusat yang akan diperuntukkan guna Rehalibitasi dan Rekontruksi pasca bencana di sejumlah wilayah, pada tahun berikutnya yakni tahun 2017.

Baca Juga:  Ribut Sengketa Lahan, Ormas Fortuba Kerahkan Ribuan Massa

Kemudian jelas Andika, uang Rp10 M tersebut sepertinya sengaja dikemas oleh BPBD untuk empat paket proyek yang nilainya sangat fantastis, serta direalisasikan di wilayah yang tidak tepat.

Selain tidak tepat sasaran, lanjut Andika, ke-4 proyek tersebut terindikasi sarat penyimpangan karena kualitas dan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan spesikasi disebabkan adanya main mata antara pelaksana dengan pihak BPBD.

“Saat ini, kondisi keempat pekerjaan tersebut rusak parah, mirisnya pihak rekanan telah mencairkan sisa anggaran Retensi tanpa adanya pemeliharaan pekerjaan. Mestinya BPBD tidak serta merta menyetujui harus dicek dulu kerusakannya. Dan rekanan harus membenahi seluruh kerusakan, baru disetujui pencairannya, ini kan ada yang tidak beres. Resensi dicairkan sementara tanggung jawab tidak dilaksanakan, itu namanya penyimpangan harus diusut,” katanya.

Dijelaskan Andika jika dalam realisasi 4 paket proyek tersebut dirinya banyak menemukan kejanggalan bahkan ada salah satu pekerjaan yang tidak selesai 10% oleh rekanan.

Baca Juga:  Ribut Sengketa Lahan, Ormas Fortuba Kerahkan Ribuan Massa

Seperti, sambung Andika, pada pekerjaan rehabilitasi dan rekontruksi yang terletak di Kecamatan Menggala Timur tepatnya Sungai Luar, Tri mulyo (Bawang Sakti) Lokasi Kampung Tri Makmur Jaya.

Pembuatan lima titik gorong-gorong, yang selesai  3 titik, sementara yang 2 titiknya belum selesai saat ini  masih menggunakan potongan pohon kelapa.

“Inikan luar biasa, jika diakumulasi sangat banyak kerugian negara yang diakibatkan oleh empat proyek tersebut, jadi sudah semestinya Kejari Menggala menurunkan tim turun langsung untuk mengumpulkan data dan bukti atas indikasi penyimpangan pada pekerjaan tersebut apalagi anggaranya berasal dari Hibah pemerintah pusat untuk bencana,” ingatnya.

Oleh sebab itu sambung Andika, pihaknya dalam waktu dekat secara resmi akan segera melaporkan indikasi korupsi dana hibah Rehabilitasi dan Rekontruksi pasca bencana yang diduga kuat dilakukan oleh para petinggi BPBD dan keempat pihak rekanan yang melaksanakan proyek tersebut.

Pekerjaan Paket Proyek Rehabilitasi dan Rekontruksi  Badan Jalan Dan Box Culvert ruas Jalan Sungai Luar, Tri mulyo (Bawang Sakti) Lokasi Kampung Tri Makmur Jaya, Kecamatan Menggala Timur, dengan Nilai Kontrak Addendum Rp 4.340.000.000 (Lum Sum dan Unit Price).

Kemudian Pekerjaan Paket Proyek Rehabilitasi dan Rekontruksi  Box calvert, dan Badan jalan dengan bronjong pada ruas jalan, yang terletak di Jalan Kuripan Jaya, Kampung Jaya Makmur, Kecamatan Banjar Baru, Tulang Bawang, batas dengan Tulang Bawang Barat, dengan nilai Rp1,7 M.

Baca Juga:  Ribut Sengketa Lahan, Ormas Fortuba Kerahkan Ribuan Massa

“Dan paket Proyek Badan Jalan dan Box Culvert, Rehabilitasi dan Rekontruksi pasca bencana, yang terletak di Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, dengan nilai Rp1,5 M serta Pekerjaan Paket Proyek Rehabilitasi dan Rekontruksi  Badan Jalan Dan Box culvert Ruas Jalan Kampung Bakung Kecamatan Gedung Meneng dengan Nilai Kontrak Addendum Rp2,5 M,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan Kepala BPBD Tulang Bawang Noermal, dan PPTK Info Erat belum bisa dihubungi untuk diminta konfirmasi terkait tudingan Fortuba. (Mr)

806 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BPBD Tuba Fortuba

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan