Fund Transfer Rp359 M KPU-Bawaslu Bernuansa Gratifikasi

BANDARLAMPUNG – DPRD dan Pemprov Lampung sepertinya mencium nuansa gratifikasi terkait pengalihan penyimpanan anggaran milik KPU dan Bawaslu dari Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) ke Bank Mandiri dan BRI (Fund transfer) senilai Rp359 miliar.

Berdasar Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) masing-masing penyelenggara pemilu itu mendapat kucuran Rp267 miliar (KPU Lampung) dan Rp 92 miliar (Bawaslu Lampung) sebagai bentuk dukungan pada Pilgub 27 Juni lalu.

Anggota Pansus DPRD Lampung dari Fraksi PKB Noverisman Subing mempertanyakan alasan penyimpanan anggaran Pilgub di luar Bank Lampung (Bank Umum). “Apakah ada bunga kalau menyimpan di bank di luar Bank Lampung atau seperti apa? Dan kenapa tidak tidak menyimpan di Bank Lampung,” tanya Noverisman Subing, saat hearing dengan KPU dan Bawaslu di Ruang Rapat Utama, DPRD Lampung, Selasa (14/8/2018).

Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Pemprov Lampung juga mempertanyakan alasan kedua penyelenggara pemilu itu menyimpan anggaran pilgub di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri.

“Padahal Pemprov melalui Bakuda punya dua rekening di Bank Lampung. Simpanan dan untuk bunga. Bunganya sebagai pendapatan daerah. Kenapa KPU dan Bawaslu menyimpan anggaran pilgub di bank-bank itu, tetapi tidak ada bunga?” Tanya Kepala Bakuda Pemprov Lampung Minhairin.

Meski demikian, Minhairin mengabaikan fund transfer tersebut karena bukan tanggungjawabnya lagi setelah uang itu dikeluarkan dari bank daerah ke bank lain. “Karena tidak ada aturannya menunjuk rekening Bank Pembangunan Daerah ke rekening manapun,” ucapnya.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono beralasan bahwa status NPHD hibah ke Bank Mandiri itu telah mendapat izin dari Gubernur dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Untuk penyimpanan anggaran, kita sudah izin Gubernur, Sekjen KPU RI dan Konsul KPK. Kami memilih Bank Mandiri juga karena jaringannya sampai ke daerah. Kemudian Bank Mandiri memberikan bonus Innova dan Avanza yang menjadi aset KPU RI. Ini ada asuransi kecelakaan PPK hingga PPS sampai tahapan Pilgub selesai,” kata Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono.

“Saya tidak tahu soal bunganya. Karena pak Sekretaris Gunawan Riadi selaku Kuasa Pengguna Anggaran belum bisa hadir dan sedang mengikuti Fit and Propert Test (FPT),” ujar Nanang.

Sementara, Sekretaris KPU Lampung Solihin menyampaikan bahwa dirinya langsung menghubungi KPA Pilgub Lampung untuk menanyakan perihal tersebut. Menurutnya, pihaknya menyimpan anggaran di Bank Mandiri berupa giro, sehingga untuk bunga, menjadi pendapatan daerah.

“Saya WA (whatsapp) Pak Gunawan dan menyampaikan bahwa penyimpanan uang itu akan mendapat bunga untuk setiap bulannya yang kemudian bunga disetor ke giro Pemerintah,” ucapnya.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menjelaskan pihaknya menyimpan uang itu di Bank BRI setelah diambil dari Bank Lampung. Selain itu, pemilihan Bank BRI karena dinilai sebagai salah satu bank pemerintah dan jaringannya hingga ke daerah.

“Anggaran Bawaslu dari Pemprov Lampung  Rp92, 5 Miliar dan tersisa sekitar Rp485 juta,” kata Khoir.

Selain itu, kendaraan pinjam pakai itu hanya digunakan hingga tahapan pilgub Lampung selesai. “Setelah itu mobil itu kita kembalikan lagi, ” ungkap Fatikhatul Khoiriyah.

Sekretaris Bawaslu Lampung Victor Libardi mengatakan bahwa penyimpanan uang itu tidak terdapat bunga yang menguntungkan pribadi atau kelembagaan. “Nanti saya akan cek dan berkoordinasi dengan BRI apakah ada bunga untuk pemerintah atau tidak. Tetapi kalau bunga yang sifatnya menguntungkan pribadi itu saya sudah cek tidak ada,” ujarnya.

Ketua Pansus Politik Uang DPRD Lampung Mingrum Gumay menyindir alasan keduanya. “Enak juga mendapat bonus Innova dan Avanza ini. Sementara itu uang dari Pemprov Lampung dan tidak dilaporkan ke KPK. Ini berarti ada apa? Nanti kita pelajari apakah ini tidak menyalahi prosedurnya karena uang tersebut dari pemerintah,” tandasnya.(TM/SP/*)

5,285 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Fund Transfer Rp359 M KPU-Bawaslu Bernuansa Gratifikasi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan