Gapensi Kota Metro Pertanyakan Sikap ULP

Foto: Rolan

METRO – Menyikapi statement ULP Kota Metro di media massa pada 11 Juli 2019 lalu, Gapensi Kota Metro sudah mengirim surat kepada Walikota Metro cq ULP. Yang mana pada intinya para kontraktor yang berada di Gapensi keberatan dan mempertanyakan sikap ULP yang melakukan evaluasi yang tidak transparan dan menerapkkan “standar ganda” dalam melakukan evaluasi.

“Kami membantah apa yang disebutkan bahwa ULP sudah bertindak profesional, karena banyak hal-hal yang kontradiktif antara evaluasi dengan dokumen pelelangan. Kami meminta ULP melakukan evaluasi ulang terhadap hasil-hasil evaluasi yang sudah diumumkan,” jelas Ketua Gapensi Kota Metro Erman Sanusi, Sabtu (13/7/2019).

Para kontraktor juga mensinyalir sudah ada pengkondisian terhadap pemenang di setiap paket. Mereka meminta Pemkot Metro dalam hal ini ULP melakukan langkah-langkah penyelesaian yang sesuai perundang-undangan tanpa ada rekayasa untuk memenangkan salah satu “pengantin/calon pemenang” yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Selanjutnya kami akan terus memantau perkembangan seluruh tender dan pelelangan yang ada di Kota Metro, karena selama ini praktek KKN sudah sangat kami rasakan tapi sulit untuk kami buktikan. Apabila tidak ada niat baik untuk memperbaiki proses pelelangan di Kota Metro, kami akan teruskan masalah ini ke ranah hukum. Dengan bukti-bukti yang sudah kami kumpulkan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Gapensi juga mengimbau kepada asosiasi pengusaha konstruksi untuk sama-sama mengawal proses pembangunan di Kota Metro. “Juga mengimbau kepada DPRD Kota Metro dan pihak penegak hukum untuk ikut memantau proses-proses pelelangan sehingga Kota Metro kedepannya bersih dari praktik-praktik KKN,” tegasnya.

Aroma pengkondisian lelang proyek di Pemkot Metro juga sudah dicium Abdulhak, yang merupakan anggota DPRD Kota Metro periode 2019-2024. Ia menilai, pengkondisian ini tampak jelas dan bukan merupakan delik aduan. “Menurut saya aparat hukum harus sudah melakukan penyelidikan kasus ini. Karena ini tidak masuk delik aduan. Praktik seperti ini sebenarnya sudah lama terdengar. Saya kira aparat harus bertindak profesional menindak masalah ini agar tidak ada monopoli penguasa yang berakibat merugikan masyarakat Kota Metro,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ULP Kota Metro membantah ada pengantin atau kocok bekem dalam pelelangan paket proyek. Namun ULP tidak menjelaskan secara gamblang meski wartawan telah memaparkan indikasi-indikasi ada permainan dalam lelang proyek tersebut. (ROLAN)

Posting Terkait