Gaya Presiden Jokowi Jadi Wartawan di Hari Pers Nasional 2018

Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)

Padang – Ada hal menarik yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatra Barat. Hal Menarik tersebut ialah Jokowi Bergaya menjadi wartawan.

Dalam sambutannya, Jokowi tidak memberikan berbagai arahan atau wejangan seperti yang dilakukan di setiap acara. Di panggung, Jokowi ingin justru ingin menjadi wartawan. Untuk itu, dirinya meminta salah satu wartawan untuk naik ke panggung untuk berperan menjadi seorang Presiden.

Salah satu wartawan senior dari Surabaya, Yusri Nur Raja Alam pun akhirnya ditunjuk Jokowi dari sekian wartawan yang tunjuk tangan.

Baca Juga:  Jokowi: 2045 Indonesia akan Jadi Negara Maju

“Saya itu kalau di Istana sering di dorstop. Maka sekarang gantian, saya jadi wartawannya, Pak Yusri jadi Presiden,” kata Jokowi seperti dilansir dari liputan6.com.

Menjawab tantangan itu, Yusri pun dengan senang hati bergaya seperti Presiden. “Ya, ada apa, apa yang mau ditanyakan?” ucap dia kepada Jokowi.

“Bapak kan punya menteri 34, menteri mana yang menurut bapak paling penting?” tanya Jokowi.

“Sebenarnya semua penting, tapi yang paling penting yang membuat Presiden nyaman,” balas Yusri.

“Yang jelas Pak, to the point saja jangan muter-muter,” tanya Jokowi lagi.

“Menteri yang urusin wartawan. Menteri Kominfo. Supaya semua informasi tersampaikan dari desa hingga ke kota,” jawab Yusri di depan Jokowi.

Baca Juga:  Jokowi Disambut Langsung Presiden Pakistan

 

Pertanyaan soal Media

Tak puas dengan satu pertanyaan, Jokowi yang sebagai wartawan pun kembali melontarkan pertanyaan ke dua.

“Saya itu suka jengkel, sebel, wartawan itu kalau nanya awal-awalnya enak, tapi di tengah-tengah suka nanya yang sulit. Sekarang saya tanya ke Pak Yusri yang sebagai Presiden, media apa yang menurut Pak Presiden menyebalkan?” tanya Jokowi.

“Saya itu paling sebel sama media abal-abal,” jawab Yusri.

“Nggak ada, di Istana itu nggak ada media abal-abal, semua jelas dan terdaftar. Jadi sebut saja media apa, tv boleh, koran boleh, online boleh,” tambah Jokowi.

Baca Juga:  Jokowi Keluarkan Inpres Percepat Pembangunan di Papua

“Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka,” balas Yusri.

Melihat jawaban Yusri Jokowi pun tertawa dan menimpalinya dengan curhatan dia.

“Pak Yusri ini kok blak-blakan sekali. Kok ya pas seperti perasaan saya selama ini. Sama persis. Lalu, kenapa Rakyat Merdeka?,” Jokowipun melanjutkan pertanyaannya.

“Karena kalau semua rakyat merdeka itu kan susah pimpinannya. Pasti kan tidak semua bisa merdeka, merdeka itu kan ada aturannya,” jawab Yusri.

Mendengar jawaban Yusri, Presiden dan para peserta HPN 2018 pun memberikam tepuk tangan.

(net/hp)

Hari Pers Nasional Jokowi Wartawan

Posting Terkait