Gazebo Kesusu

Gazebo yang terkesan dibuat terburu-buru.

PRINGSEWU – Nampaknya pembuatan saung dan gazebo berbahan bambu di belakang Kantor Bupati Pringsewu kesusu (terburu-buru). Terkesan hanya menuntaskan serapan APBD di penghujung tahun.

Terlihat sekali proses pembuatannya asal-asalan tanpa memperhatikan karakter dari bambu itu sendiri sehingga kualitasnya patut dipertanyakan.

Bahkan, seorang pemilik kantin di sana—biasa dipanggil Bude—bisa menilainya. “Pembuatannya baru selesai tiga hari yang lalu. Tapi, perlengkapan meubeler berbahan bambu sudah rusak,” ujarnya, Rabu (27/12).

Baca Juga:  Ambarawa & Pardasuka Deklarasi ODF

Bambunya ketika itu masih terlihat basah. “Mungkin baru ditebang langsung dibuat. Baru dipakai sudah pada lepas ikatannya. Kata pekerjanya, ketika itu, buatnya dadakan. Lihat saja atapnya masih kelihatan hijau,” ucapnya

Kepala Bidang Perlengkapan Pemkab Pringsewu Untung Budiono mengaku tidak tahu menahu soal pmbuatan saung dan gazebo tersebut.

“Saya tidak paham soal gazebo dan saung tersebut karena yang mengkondisikan itu PPTK. Saya hanya tanda tangan. Tapi, setahu saya nilainya kecil sekitar Rp20 juta saja,” kata Untung Budiono.

Baca Juga:  Rekanan Desak DPRD Tuba Panggil Winarti

Namun keterangan berbeda disampaikan Faturohman, pihak yang melaksanakan pekerjaan, mengatakan bahwa anggaran untuk pembuatan saung dan gazebo tersebut hingga Rp35 juta lebih.

Faturohman, yang biasa dipanggil Wawak itu, mengatakan bahwa bambunya memang masih dalam kondisi basah karena baru ditebang, tapi pihaknya memberikan garansi selama tiga bulan.

“Yang mengerjakan gazebo dan saung itu komunitas bambu dari Gadingrejo, untuk tamannya saya yang mengerjakan. Tapi, tidak jadi karena saat dikerjakan tanamannya banyak yang hilang,” ujar Faturohman.(NA)

Gazebo Kesusu Pemkab Pringsewu Proyek

Posting Terkait