Gedung DPRD Tempat Transaksi Narkoba

Ilustrasi (Ist)

KOTABUMI-Kapolres Lampung Utara (Lampura), AKBP Esmed Eryadi meyakini ME (41) dan kaki tangannya telah lama menjadikan gedung DPRD sebagai tempat transaksi narkoba jenis sabu. Indikasinya, penyelidikan atas ME sudah dilakukan sejak dua bulan lalu.

“Kemungkinan besar, sudah lama mereka bertransaksi di gedung DPRD karena kami menyelidiki ME ‎sudah sejak dua bulan lalu,” kata AKBP Esmed Eryadi di Mapolres, Senin (21/8).

‎Perwira Menengah Kepolisian ini menjelaskan, alasan dipilihnya gedung DPRD sebagai lokasi transaksi narkoba dikarenakan para tersangka menganggap lokasi ini cukup aman dan jauh dari pantauan polisi. Mereka kerap bertransaksi di dalam gedung DPRD, tepatnya di sekitar lobi.

“Mereka melakukan transaksi di lobi. Tapi, waktu ditangkap, mereka ada di ruang Komisi III‎,” terangnya.

Adapun peranan masing-masing tersangka, menurut Esmed, ME bertindak sebagai pengedar dan RS (21) berperan sebagai perantara. Kedua perempuan yang turut diamankan diduga kuat hanya pemakai saja. Saat penangkapan berlangsung, mereka sedang mengemas sabu-sabu itu ke dalam berbagai paket. “RS bertindak sebagai kurir‎ yang melayani pesanan para pembeli,” kata dia.

Sementara barang bukti sabu yang diamankan dari para tersangka mencapai berat total 5,68 gram. Rinciannya, tiga paket besar sabu dan10 paket kecil sabu. Selain itu, ditemukan juga peralatan untuk mengonsumsi sabu seperti alat hisap sabu, timbangan, gunting, korek api, HP, isolasi, lempengan alumunium, dan uang tunai Rp233.000 ribu. “ME adalah PNS aktif yang bertugas di kecamatan,” imbuhnya.

‎Di sisi lain, ME yang diduga kuat berperan sebagai pengedar mengatakan, sabu yang dijadikan barang bukti itu baru dibelinya seharga Rp5 juta. Namun, ia membantah bahwa kerap menggunakan gedung DPRD sebagai lokasi untuk transaksi narkoba.”Saya baru sekali ini menggunakan barang itu di kantor DPRD,” katanya.‎

Sebelumnya, Minggu sore (20/8), Satuan Reserse Narkoba Polres Lampura mencokok empat pelaku penyalahgunaan narkoba di ruang Komisi III DPRD. Keempat pelaku terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Saat ditangkap, para pelaku sedang mengemas sabu ke dalam paket-paket siap edar.

Keempat pelaku itu, yakni ME (41), warga Jalan Raden Intan, Kota Alam, RS (21), warga Jalan Soekarno – Hatta, Kota Alam, LS (23), warga Talang Sebaris, Sungkai Selatan, ‎Su (21), warga jalur dua Pemkab Tulangbawang. (RI/IV)

Transaksi Narkoba

Posting Terkait