Gerilya Tokoh Perjuangkan #dkilampung

Suasana di Lamban Gedung Kuning, Sukarame, Bandarlampung, jelang acara Silaturahmi dan Konsolidasi Terbatas Rencana Aksi Kaji Tindak Pengusulan Kajian Ilmiah Provinsi Lampung Sebagai Calon Alternatif Lokasi Ibu Kota Pusat Pemerintahan Negara RI Pengganti DKI Jakarta, Sabtu (4/5/2019) siang ini. Foto: Panja FGD DKI Lampung

BANDARLAMPUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mantap memutuskan kebijakan pemindahan ibu kota pusat pemerintahan negara ke luar Jawa, usai Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet Kerja, Senin (29/4/2019) lalu.

Kebijakan mengejutkan ini kontan saja menjadi “darah segar” dan energi baru bagi daerah dan elemen pemangku. Termasuk bagi Panitia Kerja (Panja) Focus Group Discussion (FGD) DKI Lampung, panitia ad hoc pengusulan kajian ilmiah Provinsi Lampung sebagai calon alternatif lokasi ibu kota pusat pemerintahan negara pengganti DKI Jakarta, yang dua tahun terakhir terus bergerak memperjuangkan usulan agar Lampung masuk radar Istana untuk dipertimbangkan serius masuk bursa daerah kandidat.

Baca Juga:  Fauzi dan Zaiful Bokhari Kompak Paraf Petisi, Dukung Lampung Jadi Ibu Kota Pemerintahan RI

Mengaktifkan kembali konsolidasi jejaring tokoh, akademisi, aktivis, dan para pakar, roadshow ke sejumlah media massa mengkampanyekan ulang pokok-pokok pemikiran terkait kesiapan-kelayakan Lampung sebagai daerah yang aktif menawarkan diri menjadi kandidat, terus dilakukan oleh Panja FGD DKI Lampung.

Seperti yang terafirmasi dalam tiga kesempatan berbeda, tiga hari ini. Pada Selasa (30/4/2019) petang, inisiator Panja FGD DKI Lampung Dr Andi Desfiandi MA jadi narasumber program live talkshow Halo Lampung di stasiun televisi, RadarTV Lampung.

Baca Juga:  Jurnalis Senior Turut Teken Petisi Dukungan Lampung Ibu Kota RI

Pada kesempatan itu, Andi bersama narasumber lainnya, akademisi FISIP Universitas Lampung (Unila), Dr Arif Sugiono, dan advokat, tokoh pemuda yang juga aktivis antikorupsi Dr Erry Setyanegara, SH MH MM.

Esoknya, Rabu (1/5/2019), bertepatan May Day, Andi Desfiandi bersama Erry Setyanegara ditambah relawan medis spesialis tanggap darurat bencana dr. Relly Reagen mengisi program serupa, Spending Afternoon di Fajar Sumatera TV (FSTV) yang disiarkan pula secara live streaming di jejaring media sosial media digital alternatif yang diampu jurnalis Deni Kurniawan dkk itu.

Dan Kamis (2/5/2019) lalu, Andi dan Erry, keduanya ditambah pakar tata ruang yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung Dr IB Ilham Malik berbicara di program talkshow Fokus Publik TVRI Lampung, biasa tayang live tiap pukul 9 pagi.

Baca Juga:  Herman HN Serukan DKI Lampung Challenges

Secara kompak, membersamai Ketua Yayasan Alfian Husin itu semuanya menyampaikan kembali kisi-kisi kajian akademis kelayakan Lampung sebagai kandidat, mulai dari aspek keunggulan kompetitif geostrategi (geoekonomi dan geopolitik), kesiapan lahan, keunggulan infrastruktur, aspek sosial budaya, dan pertahanan keamanan yang dekat erat dengan kriteria ideal sebagaimana dirumuskan negara.

Hari ini, Sabtu (4/5/2019) kuarsa 14.00 WIB hingga selesai, salah satu tokoh masyarakat adat Lampung, Perdana Menteri Kesultanan Kerajaan Adat Skala Brak Lampung, Irjenpol Dr Ike Edwin, berkenan memfasilitasi acara silaturahmi dan konsolidasi terbatas rencana aksi kaji tindak perjuangan pengusulan kajian pemindahan ibu kota pusat pemerintahan negara ke Lampung, di Lamban Gedung Kuning, Sukarame, Bandarlampung.

Diperkirakan banjir tokoh, mulai dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, politisi, aktivis, akademisi, jurnalis, dan para narasumber FGD DKI Lampung I dan II medio 2017 silam. (*)

DKI Lampung Ibu Kota Lamban Kuning

Posting Terkait