Granat Pertanyakan Hukuman 5 Bulan Mukhlis

(ist)
BANDARLAMPUNG, FS- Soal hukuman hanya lima bulan yang menimpa Sekda Tanggamus non aktif Mukhlis Basri, mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Gerakan Anton Narkotika (Granat) Lampung.

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung Tony Eka Candra Mengatakan hukuman yang diterima Mukhlis cs sangat tidak sesuai. Sebab menurutnya,  kejahatan Narkoba adalah kejahatan terhadap umat manusia, dan sudah sepantasnya para sindikat, bandar dan pengedar Narkoba, dijatuhkan hukuman maksimal atau hukuman mati.

“Mereka tergolong Iblis berbadan Manusia, yang berada dimana saja bila kita tidak waspada,” tegasnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung ini juga menegaskan, dalam menanggulangi pemberantasan kejahatan, peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba ini, juga diperlukan dukungan semua Elemen Masyarakat dan Lembaga-lembaga yang konsen terhadap kejahatan, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“Apabila semua elemen Masyarakat bersatu, kompak dan utuh, termasuk Media (Cetak, Elektronik, Online), untuk ikut ambil bagian secara bersama melakukan perlawanan dan menyatakan perang terhadap sindikat, bandar dan pengedar Narkoba, dengan melakukan pemberantasan bersama Pemerintah dan Aparat Penegak hukum, saya yakin bencana Narkoba di Indonesia khususnya di Lampung dapat segera diatasi,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, kata dia, semua element masyarakat juga harus ikut melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap jalannya proses penegakan hukum kasus-kasus Narkoba, apalagi menyangkut oknum Pejabat  negara, oknum pejabat pemerintah, dan oknum pejabat publik.

“Seperti Mantan Sekda Tanggamus Muchlis Basri yang seharusnya berada di garda terdepan dalam pemberantasan kejahatan, peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba,” imbuhnya mencontohkan.

Kemudian, apabila sinergi ini bisa diwujudkan, pihaknya yakin dan percaya bahwa intervensi dalam bentuk apapun, tidak akan mempengaruhi keputusan hakim untuk menjatuhkan vonis dan hukuman maksimal dan seberat beratnya sesuai aturan perundangan yang berlaku, sehingga tidak melukai rasa keadilan masyarakat, juga sebagai efek jera bagi para pelaku dan yang akan mencoba terjun dalam kejahatan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. 

“Karena Pemberantasan terhadap kejahatan Narkoba ini tidak maksimal apabila hanya dilakukan oleh Pemerintah dan aparat penegak hukum saja. Butuh dukungan “nyata” dari berbagai lapisan elemen masyarakat,” jelasnya.

“Bersatunya masyarakat menunjukkan kekuatan bersama yang tak terkalahkan dalam melakukan perlawanan, sehingga Indonesia bebas Narkoba dapat terwujud, dan generasi anak Bangsa dapat terselamatkan,” tambahnya. (RF)

116 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment