Gubernur Lampung Latih Tenaga Kerja Berstandar Nasional

Gubernur Lampung Latih Tenaga Kerja Berstandar Nasional

Plt Sekdaprov Lampung, Hamartoni Ahadis, saat Pelatihan Berbasis Kompetensi yang diadakan di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Kamis ( 8/02/2018). Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – GUBERNUR Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, terus memperjuangkan rakyatnya agar memiliki kompetensi keahlian yang berstandar nasional sehingga dapat bekerja di berbagai perusahaan atau membuka usaha secara mandiri.

Untuk itu, Gubernur Lampung melatih sedikitnya 512 angkatan kerja dari seluruh Provinsi Lampung dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi yang diadakan di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Kamis ( 8/2/2018).

Menurut Plt Sekdaprov Lampung Hamartoni Ahadis, pelatihan itu sebagai wujud komitmen pemerintahan Gubernur Ridho Ficardo dalam mengimplementasikan program kerja menuju Lampung Kompeten.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi angkatan kerja.

“Saat ini, Provinsi Lampung memiliki 4 Balai Latihan Kerja (BLK)yaitu BLK Kalianda, BLK Metro, BLK Way Abung, dan BLK Bandar Lampung. Diharapkan pelatihan ini dapat menciptakan tenaga kerja yang terampil dan kompeten,” ujar Hamartoni.

Seperti diketahui, pelatihan yang diberikan antara lain berupa peningkatan keterampilan dan kompetensi di bidang las listrik, otomotif, menjahit, servis AC, perhotelan, teknologi informasi, mesin dan servis handphone (HP). Kemudian, pertanian, perikanan, dan pertukangan.

Hamartoni menyampaikan, sesuai pesan Gubernur Ridho agar pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksankan senanatiasa mengacu kepada Standar Nasional yaitu SKKNI dan KKNI sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dengan demikian, pelatihan yang dilaksanakan dapat menciptakan tenaga kerja yang terampil, kompeten, berkarakter kebangsaan yang kuat dan dilengkapi dengan sertifikat kompetensi yang diakui oleh pemerintah dan sektor swasta,” ujarnya.

Hamartoni meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung untuk senantiasa mencermati perkembangan ketenagakerjaan yang teraktual dan mengambil kebijakan yang pro aktif dan antisipatif agar kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Lampung makin baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Sumiarti, dalam laporannya menyampaikan UPTD BLK Provinsi Lampung akan senantiasa konsisten meningkatkan kemampuan dan kualitas tenaga kerja Provinsi Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung juga bekerja sama dengan BPJS memberikan perlindungan bagi setiap peserta pelatihan untuk diikutsertakan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Lampung dalam persaingan global, Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa melakukan semua hal yang diperlukan untuk meningkatkan posisi tawar angkatan kerja.

“Di antaranya dengan mengadakan pelatihan berbasis kompetensi hingga sertifikasi setiap lulusan yang telah mengikuti pelatihan dan lulus uji kompetensi,” ujar Sumiarti.

Pemprov memberikan bantuan alat tulis, modul, pakaian kerja, pakaian olah raga, hingga makan siang dan uang transportasi bagi peserta pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut Hamartoni Ahadis memberikan secara simbolis sertifikat kelulusan uji kompetensi kepada 220 peserta pelatihan dari BLK Metro, BLK Bandar Lampung, BLk Kalianda dan BLK Way Abung yang telah dinyatakan lulus.

Mereka juga diberikan kartu anggota BPJS ketenagakerjaan dan ID card bagi peserta pelatihan baru. (*)

281 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tenaga Kerja Standar Nasional

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan