Gubernur Ridho: Daya Saing Lampung Naik Drastis

Gubernur M. Ridho Ficardo saat menghadiri Paripurna HUT Lampung ke 53 di DPRD Lampung – (Foto Gede Setiyana)
BANDARLAMPUNG, FS – Pada usia ke-53 tahun, Provinsi Lampung telah banyak mengalami kemajuan, seperti ditandai dengan peningkatan daya saing yang pada 2015, berada di posisi 25 Nasional, pada 2016 mengalami kenaikan drastis, yakni berada di   peringkat ke-18. Luar biasa…

“Semua itu tak lepas dari dukungan masyarakat Lampung,” kata Gubernur Ridho, usai Paripurna Istimewa, di Ruang Rapat DPRD Provinsi Lampung, kemarin.

Meski begitu, Gubernur M Ridho Ficardo, meminta kepada seluruh komponen untuk menjadikan Dirgahayu ke-53 Provinsi Lampung sebagai sarana intropeksi demi kemajuan Lampung tercinta.”Untuk mewujudkan kemajuan tidaklah mudah tetapi dengan rasa sama-sama memiliki, insya Allah secara bertahap dapat terwujud,” 

Peningkatan pertumbuhan ekonomi Lampung, juga diatas rata-rata Nasional, yang tumbuh menjadi 5,15 persen. Dimana secara spasial di tahun 2016, Lampung berada di posisi ke-4. “Paling tidak kita bisa diatas Sumatera Selatan,” tukasnya.

Seiring dengan laju pertumbuhan tersebut, kata Gubernur Ridho, tingkat pengangguran di provinsi ini pada 2016 juga ikut menurun yang angkanya menyentuh angka 4,26 persen di bawah Nasional. Namun, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi itu, presentasi penduduk miskin masih di angka 13 persen.

“Adanya gerakan bangun desa diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan. Gerakan ini menyasar ke 380 desa tertinggal di 13 kabupaten yang ada di Lampung,” urainya.

Gubernur melanjutkan, dalam upaya menuju Lampung yang maju dan sejahtera, di tahun ke-3 pemerintahan yang sudah berjalan ini, berbagai kebijakan dan program prioritas sudah banyak yang terealisasi maupun sedang berjalan. Selain itu, karena adanya keterbatasan fiskal dari pemerintah pusat, Pemprov Lampung, terus berupaya tetap melakukan pengembangan dan pembangunan.

“Kami (pemprov) terus berupaya, seperti yang saat ini sedang berjalan adalah Bandara Radin Inten II Lampung Selatan yang statusnya akan dinaikan menjadi bandara internasional, dengan menyelesaikan beberapa persyaratan seperti asrama haji dan lain sebagainya,” imbuh Gubernur.

Selain itu, dalam sektor pariwisata, pengembangan Bandara Pekon Serai di Pesisir Barat, yang nanti namanya berubah menjadi Bandara Taufik Kemas, diharapkan juga mendukung kepariwisataan. “Tidak hanya itu kawasan industri seperti industri maritim, pengembangan pendidikan di ITERA, hingga pusat olahraga juga menjadi program kedepan pemprov,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur jalan, target jalan mantap 75 persen di tahun 2017 juga terus dilakukan, ditambah perbaikan irigasi berupa perbaikan guna sumber air bersih. Pada sektor pendidikan, pemprov juga memberikan program beasiswa untuk keluarga petani tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik, dengan tambahan rencana pembangunan perpustakaan modern, revitalisasi balai kerja, hingga Lampung kompeten.

Gubernur Ridho juga mengatakan, pada bidang kesehatan, oprasional RS Bandar Negeri Husada dengan konsep tanpa kelas akan menjadi satu-satunya RS yang mementingkan rakyat. Oprasional RS Abdul Moeloek sarana dan prasarananya juga lebih diperbaik, ditambah oprasional RS keliling untuk daerah otonomi baru maupun kebutuhan khusus.

“Satu juta ton padi gabah kering giling kita (Lampung) juga telah tercapai. Untuk itu, Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat tercatat sebagai lumbung ternak Nasional,” jelasnya.

Semua program dan kebijakak ini, sambung Gubernur, memerlukan dukungan semua pihak. Dengan itu, Lampung banyak menerima berbagai penghargan. Beberapa diantaranya, mulai dari penghargaan dari Kementerian Pertanian Indonesia untuk mutu keamanan pangan, penhargaan provinsi terbaik ke tiga dalam membangun desa, memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK, Anugerah Ki Hajar Dewantara untuk teknologi komunikasi tingkat pendidikan, hingga penghargaan terbaik pertama dari Kementerian Dalam Negeri untuk penanganan konflik sosial.

“Bahkan, yang saya dengar, dalam minggu ini, Lampung akan menerima penghargaan dari Kementerian Koperasi dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat. Itu semua bukan indikator tujuan, kita hanya melaksanakan amanah atas tanggung jawab dan jabatan untuk terus berkarya demi kemajuan Lampung,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, menjelasakan, provinsi ini sebelumnya bergabung dalam bagian Provinsi Sumatera Selatan. Namun, tepat 18 Maret Lampung memisahkan diri dan terbentuk hanya 3 kabupaten, yang saat ini berkembanh menjadi 15 kabupaten/kota.

“Telah banyak prestasi membanggakan dari Lampung, dan harus lebih ditingkatkan lagi. Dan ini menjadi tanggung jawab semua unsur masyarakat Lampung. Bahu membahu untuk mengentaskan kemiskinan hingga peningkatan infrastruktur untuk sai bumi ruwa jurai yang dicintai ini,” kata Dedi.

Lanjutnya, segala sektor di Lampung saat ini terus meningkat, dari pengembangan bandara, Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Laut, dan sebagainya. Tidak lupa pengembangan bidang kesehatan, pariwisata, pendidikan, sampai double track jalur KAI. “Dukungan masyarakat Lampung dan doa untuk bumi tercinta ini,” tandasnya.(ZN) 

261 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment