Gubernur Ridho Dukung Bangun Pabrik Garam di Kalianda

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung penuh pembangunan pabrik garam Integrated Seawater Account Technology (ISWAT) PT Mekadaya Danadyaksa Indonesia di Kalianda, Lampung Selatan. Pabrik ini menggandeng perusahaan asal Belanda yang memakai instalasi ISWAT.

Sehingga, pengelolaan air laut menjadi air bersih, menghasilkan listrik, air distilasi, dan garam farmasi. Perusahaan ini menjadi industri garam farmasi pertama di Indonesia. Penyedian air bersih dan listrik itu juga guna menjadi infratruktur dasar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Lampung Selatan.

Baca Juga:  Ibu Negara dan Bunda Paud Lampung ajak Anak Gemar Makan Ikan

“Tentu kita dukung penuh. Ini untuk kepentingan masyarakat sekitar karena mampu menghasilkan air bersih dan pemanfataan lain untuk warga Lampung, khususnya sekitar Kalianda,” ujar Gubernur Ridho di Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung, Selasa (4/12/2018).

Menurut Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Lampung Bidang Pariwisata, Widiyo Imam Prasetio, pada 5 Desember 2018, investor akan melakukan perjanjian kerja sama. Perjanjian kerja sama itu dalam bentuk penandatanganan kontrak sekaligus soft launching pembangunan industri.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Budaya Lampung

PT Mekadaya Danadyaksa Indonesia bekerjasama dengan perusahaan teknologi dari Belanda yang bergerak di bidang penyediaan teknologi pengolahan garam.

“Jadi mereka yang menyiapkan alat-alatnya. Lalu, PT Nusa Sukses Investa mengooperasikan ISWAT. Ini dibangun dengan kerjasama antara investor Indonesia dan pemilik teknologi dari Belanda,” kata Widiyo.

Selain itu, ambil bagian PT Abda Putra Lestari yang membeli produk garam dan air distilasi untuk keperluan industri farmasi. Pada tahap pembangunan, kata Widiyo Imam, dibebaskan lahan seluas 2,1 hektare.

Baca Juga:  Ridho Usulkan Adeham jadi Nama Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

“Pak Gubernur sangat mendukung. Kami tadi berbicara proses perizinan, pembebasan lahan, dan lainnya. Kemudian kami melaporkan progres dan mohon petunjuk perizinan yang perlu dilengkapi,” ujar Widiyo.

Dia menyebutkan perusahaan ini mampu mengahasilkan 70 ton garam dan 1 juta liter air per hari.

“Pak Gubernur berharap agar ISWAT ini segera beroperasi. Pada pertemuan ini disepakati untuk bisa beroperasi mulai Agustus 2019,” kata Widiyo. (rls)

Pabrik Garam Pemprov Des

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan