Gubernur Ridho Rumuskan Program Pemanfaatan Hutan Secara Lestari

Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo.

BANDAR LAMPUNG – GUNA mewujudkan visi ‘Lampung Maju dan Sejahtera 2019’ khususnya dalam bidang kehutanan. Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, terus merumuskan berbagai program dan kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat sekitar hutan.

Terkait pengembangan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kemiling, Bandar Lampung, Gubernur Ridho berupaya menjadikan Tahura sebagai tempat pendidikan dan pariwisata.

Mewakili Gubernur, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri, menjelaskan pembangunan kehutanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan di Provinsi Lampung sebagai bagian dari sumber daya pembangunan.

Untuk itu, kata Syaiful, hutan harus memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat baik secara langsung dari hasil hutan antara lain kayu dan non kayu (seperti getah, madu, buah-buahan, rotan, dan lain sebagainya) maupun manfaat tidak langsung melalui penyediaan sumber air untuk kehidupan, irigasi, dan udara yang bersih.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Raih Penghargaan Tertinggi Pertama Pilar Award

“Artinya, hutan itu bisa memberikan akses kepada masyarakat untuk bisa dimanfaatkan hasilnya. Tanpa menghilangkan fungsinya sebagai hutan,” papar Syaiful via ponselnya, di Bandar Lampung, Rabu (17/1/2018).

Pengelolaan Tahura yang saat ini sepenuhnya dipegang oleh Pemprov Lampung, akan melakukan inovasi untuk membuat dan memberikan efek kesejahteraan kepada masyarakat, tanpa menghilangkan kelestarian dari hutan itu sendiri.

Baca Juga:  Warga Kota Bandarlampung Padati Peresmian Elephan Park

“Baik dalam rangka akses formalnya seperti perizinan atau hal lainnya, tetapi juga ada aspek usahanya, seperti bantuan bibit. Dan kalau ada usaha pengolahan, pemerintah akan memberikan pelatihan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, menyatakan bahwa pemberian izin merupakan bentuk legalitas  pemanfaatan dan pengelolan hutan.

Legalitas ini memberikan kepastian dan kenyamanan dalam mengelola hutan dengan memanfaatkan hasil hutan dengan tetap menjaga fungsi hutannya.

Izin yang diperoleh ini adalah untuk memanfaatkan hutan secara legal.

“Gunakan kesempatan sebaik-baiknya, bukan hanya hasil hutan untuk meningkatkan kesejahteraan tapi hutan juga harus dijaga kelestariannya, bukan untuk saat ini saja, tapi untuk masa depan kita semua,” kata Gubernur Ridho.

Baca Juga:  Sabtu Malam, Gubernur Ridho Tampil di acara "Talk with Timothy" Kompas TV

Kelestarian hutan, lanjut Gubernur Ridho, adalah kata kunci dan harga mati untuk masa depan seluruh masyarakat Lampung.

“Letak strategis Lampung menjadi sebuah tantangan tersendiri, khususnya dalam menjaga moral dan mental dalam menjaga hutan. Kata kunci yang harus kita ingat bersama yaitu tekun, tidak serakah dan selalu bersyukur. Dengan demikian, pada akhirnya  dapat terwujud Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera,” papar Gubernur Ridho. (ZN)

Gubernur Ridho Tahura Wan Abdul Rachman

Posting Terkait