Gunung Betung Lokasi Terbaik  AOIL

Rektor ITERA Profesor Ofyar Tamin | Istimewa

BANDARLAMPUNG – Penghentian pembangunan Astronomical Observatory Itera Lampung (AOIL) mendapatkan respon dari Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof Ofyar Z Tamin.

Profesor Ofyar menilai lokasi AOIL di Gunung Betung Pesawaran merupakan yang terbaik, karena bebas dari polusi cahaya.

Teropong bintang ITERA berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut sebelah puncak Gunung Betung dan menghadap ke Selat Sunda, sementara puncak gunung tersebut menjadi penghambat cahaya yang berasal dari wilayah sekitarnya seperti Kota Bandarlampung.

Pembangunan AOIL bertepatan saat Provinsi Lampung menjadi tuan rumah The 10th South East Asia Astronomy Network (SEAAN) di 2018 lalu, dan digadang-gadang sebagai teropong bintang terbesar se-Asia Tenggara.

Pemerintah daerah kala itu di bawah pimpinan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo telah menyediakan lahan AOIL seluas 50 hektare.

Baca Juga:  Rektor Itera Sesalkan Penghentian Proyek Teropong Bintang

Pada 2017, Pemprov Lampung telah menganggarkan Rp20 miliar untuk membuka akses jalan seluas 30 meter dengan panjang 7 km.

Dan di 2018, anggaran ditambah Rp22 miliar untuk pembangunan akses jalan dan jembatan menuju KM 7.

Dana itu ditambah sisa anggaran APBD Perubahan sebesar Rp3 miliar untuk jalan sepanjang 4 km.

Total dana untuk jalan Rp42 miliar.

Kemudian untuk pembangunan 5 unit gedung dengan APBD sebesar Rp20 miliar. Sehingga total keseluruhan anggaran untuk jalan dan gedung Rp65 miliar.

Namun pembangunan teropong bintang dihentikan oleh pemerintah provinsi saat ini, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, karena berada di kawasan hutan konservasi, Taman Hutan Raya Wan Abdurachman.

“Gubernur Arinal Djunaidi melihat, sebagai mantan Kadis Kehutanan dulu, bahwa tempat yang kita pilih sekarang ini mungkin mengganggu karena ada hutan lindung di sana,” kata Prof Ofyar, Senin (27/1/2020).

Baca Juga:  “Teman Ngopi” FSTV, Rektor ITERA Soroti Kepekaan Sosial

Sebagai gantinya, ITERA telah merekomendasikan 4 titik lokasi yang saat ini dikaji oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Namun Rektor ITERA tersebut enggan merinci lokasi yang dimaksud.

Lokasi pengganti masih berada di Lampung tidak ke luar daerah seperti di Sumatera Selatan karena lokasinya terlalu jauh.

“Jadi menurut saya bukan menghambat tapi akan dicarikan lokasi. Dan ini tidak mengganggu jalannya prodi karena ini hanya skala kecil. Dan kami sudah deal, mengenai lahan dan pembangunan, mulai dari gedung sampai dengan teleskop itu tanggung jawab dari pemprov,” ujarnya.

“Sedangkan programnya dan fungsi menjalankan pembelajaran itu tanggung jawab ITERA. Dan ITERA sudah melaksanakan secara akademik di sini”.

ITERA saat ini memiliki Prodi Asaka, dan sekitar 25 teleskop skala kecil yang bisa digunakan.

Baca Juga:  Tentara Langit Laporkan Rektor Itera dan Pokja ke Kejati Lampung

Prof Ofyar mengatakan penghentian pembangunan teropong bintang ini telah diketahui oleh para astronom dunia yang ikut pada acara peletakan batu pertama.

“Dan ini menjadi PR bagi pemprov bahwa ini harus dibangun dan tolong dicarikan tempatnya yang layak dan sesuai. Tidak di hutan lindung, karena pak Arinal tahu persis sebagai mantan Kadishut,” pungkasnya sambil tersenyum.

Pembangunan AOIL di Tahura Wan Abdurachman Gunung Betung Pesawaran dihentikan Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam satu acara di Universitas Bandarlampung mengharamkan pembangunan di Tahura Wan Abdurachman yang merupakan kawasan hutan konservasi, sekalipun untuk tujuan penelitian lembaga pendidikan.

“Teropong bintang tidak ada, selesai, tidak dilanjutkan, karena itu kawasan konservasi. Haram hukumnya dilakukan pembangunan karena itu diamankan oleh undang-undang,” kata Arinal. (JO)

 

 

 

AOIL Gunung Betung Rektor Itera

Posting Terkait