Habitat Dirusak, Gajah Liar Masuk Kampung

Habitat Dirusak, Gajah Liar Masuk Kampung

Polres Tanggamus mengunjungi Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) untuk menindaklanjuti laporan adanya gajah liar yang merusak rumah warga di Hutan Register 39, Sabtu (21/4/2018) pagi. Foto: Candra/Fajarsumatera.co.id

TANGGAMUS – JAJARAN Polres Tanggamus segera menindaklanjuti dan langsung melakukan pemeriksaan di lokasi yang diinformasikan masyarakat, adanya gajah liar  yang merusak rumah warga di Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS).

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma menjelaskan, pagi ini Sabtu (21/4/2018), Kapolsek Wonosobo Iptu Andre Try Putra SIK MH dan jajaran langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Baca Juga:  Penanganan Gajah Liar Krusial

“Hasil koordinasi dengan petugas balai besar TNBBS yaitu Sasriful, selaku Kepala Seksi Wilayah I menyatakan bahwa lokasi yang dinyatakan sebagai tempat kejadian perusakan rumah-rumah masyarakat tersebut sebenarnya masih merupakan habitat dari gajah-gajah tersebut, tepatnya masuk kawasan Hutan Lindung Blok 6 Talang Muara Padang – Register 39,” ungkap AKBP I Made Rasma.

Disebutkan petugas TNBBS, bahwa awalnya lokasi tersebut hanya ada gubuk-gubuk perambah hutan, namun lambat laun dihuni oleh warga dan bahkan menjadi bangunan semi permanen.

Baca Juga:  Kapolres Tanggamus Sosialisasi Dialogis Tatap Muka Kepada Masyarakat

Selain itu, lanjut Kapolres, petugas TNBBS telah bekerjasama dengan WWF dalam melakukan langkah-langkah pendeteksian keberadaan gajah.

“Antara lain memasang GPS-Collar pada badan gajah-gajah tersebut untuk mengetahui dan memonitor keberadaan gajah maupun kelompoknya,” kata Kapolres Tanggamus ini.

Langkah lainnya, yaitu menggunakan gajah dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk menggiring gajah-gajah tersebut masuk lebih ke dalam lagi.

Baca Juga:  AJI Berharap Media Lampung Didominasi Isu Lingkungan

“Namun setelah gajah-gajah Way Kambas dikembalikan, ternyata gajah-gajah liar tersebut kembali turun ke bawah. Diduga penyebabnya adalah karena habitat gajah liar tersebut diganggu oleh penduduk,” ujarnya.

“Guna menghindari korban jiwa, Polres Tanggamus menyarankan kepada penduduk yang masih menempati rumah-rumah di kawasan tersebut agar meninggalkan lokasi ke perkampungan yang lebih aman atau kembali ke tempat asalnya,” pungkasnya. (SB/CD)

Gajah Liar Kapolres Tanggamus Pekon Gunung Doh TNBBS

Posting Terkait