Hanya Diupah Rp40, Keti Tetap Semangat Buat Bata

Rusli | Fajar Sumatera

PANARAGAN – Bekerja sendirian di tengah kebun sawit yang jauh dari rumah-rumah penduduk di sebuah tobong bata yang tak berdinding dan beratapkan terpal.

Nampak  seorang perempuan berumur 45 tahun bernama Keti warga Tiyuh Tirta Kencana, Kabupaten Tulangbawang Barat, sedang sibuk membuat bata dari tanah liat.

Dengan cekatan tangannya mengaduk tanah liat seperti adonan, lalu dimasukan dalam cetakan dan dipadatkan kemudian disusun berpola.

Pekerjaan ini dilakukannya dari pagi hingga sore hari, dengan upah Rp40 perper bata, perempuan ini dalam satu hari hanya bisa membuat bata sebanyak 500 buah saja.

Setidaknya selama dua hari dirinya bekerja seperti itu, dengan mendapat upah Rp40 ribu hasil itu pun bisa dia terima setelah bata yang dibuat sudah dibakar dan di beli.

Dengan hasil yang jauh dari cukup ini, Keti masih tetap bersyukur.

“Berapa pun hasil yang saya dapatkan, yang penting halal dan tidak mengambil hak orang lain,” kata Keti, saat ditemui, Rabu (9/10).

Dengan upah yang sangat minim tersebut, Keti masih saja melakukan pekerjaan itu walaupun dari tempatnya tinggal menuju tempatnya bekerja harus menempuh jarak sejauh 10 kilometer.(RUS)

Pembuat Bata Tirta Kencana

Posting Terkait