Hanya Lulusan SMP Vera Mampu Jadi Wirausahawan Muda

PURWOREJO – Vera Ambar Gunawan (23) adalah gambaran nyata anak muda mandiri yang penuh dengan harapan, meski keterbatasan dalam ekonomi keluarga dan pendidikan formal.

Bang Pera adalah nama akrab yang melekat pada anak muda yang berwajah tampan dan bertubuh ideal ini, dibalik usia yang masih muda, Pera memiliki kehidupan dalam berwirausaha yang sangat gigih.

Pemuda Asli Purbalingga, Kecamatan Rembang Desa Losari RT 9 RW 2, hanyalah lulusan SMP pada tahun 2011, dan tidak melanjutkan pendidikan formalnya dikarenakan kurangnya biaya pada saat itu.

Diungkapkan Pera, tadinya ada yang ingin membiayai pendidikanya namun dengan tekat dan pilihanya sendiri, Pera memilih untuk berkerja, tidak ingin membebani keluarga lebih lama dan juga ingin hidup mandiri adalah kemauanya.

Terbukti usai lulus SMP Pera ikut saudaranya menjadi pedagang somai di Semarang selama 10 bulan, dirasa penghasilanya kurang untuk mencukupi kehidupanya sendiri, Pera pindah ke Purworejo untuk berwirausaha.

Sampai saat ini Pera tinggal di Kalikepuh Sindurjan, Purworejo. Pada awal pindah di Purworejo, Pera mencoba usaha mandiri berupa berjualan cimol ( aci di cemol ) pada tahun 2012. Berjualan cimol menggunakan motor, keliling ke sekolah-sekolah dari kota hingga pelosok Desa. Usaha itu ia jalani selama 6 tahun.

“Usaha cimol awalnya bagus namun semakin dirasa mulai menurun, dikarenakan masa pasar hanyalah anak-anak kecil dan saingan mulai meningkat terkait pedagang-pedagang baru, terlebih yang sangat mempengarui juga bahan baku harga semakin mahal, tidak cocok dengan pendapat,” ungkap Pera.

Kepekaan wirausaha yang sudah terbangun sejak kecil membuat Pera memberanikan diri untuk mencoba hal baru, dengan pengalaman di dunia kuliner jajanan bersama beberapa teman. Kini sejak awal 2018, Pera berlaih berjualan Batagor, yang ia beri nama Batagor Bang Pera.

“Awal-awal lulus sekoah memang ada rasa malu, minder dan juga ada rasa ingin melajutkan sekolah lagi. Namun hal itu terkalahkan dengan tekat madiri Saya yang igin membantu ekonomi keluarga. Terlebih semakin kemari saya semakin yakin dengan pilihan saya bahwa usaha pasti membuahkan hasil, atau bisa di bilang hasil tidak menghianati usaha,” kata Pera.

Dan dengan bantuan salah satu teman Pera mendapat pinjaman gerobak untuk merintis usaha batagornya. Pera berjualan mulai jam 10 pagi di depan SMK N 3 sampai jam 3 sore dan lanjut di pertigaan Sindurjan, tepatnya jalan Kali Kepuh dan tutup sehabisnya.

Dengan satu porsi seharga 5rb rupiah, pelanggan dapat menikmati batagor enak buatan Pera. Sudah terbukti, tidak hanya anak-anak namun orang tua dan para pecinta kuliner setiap sore antri untuk menikmati batagor bang Pera.

Pera pun tidak menolak bagi siapa saja yang ingin membeli batagornya dengan tidak mematok harga, ada yang beli 2rb dan 3 rb. Semua terserah pembeli. Dikarenakan bagi Pera dengan begitu semua orang bisa merasakan batagor nya.

Sedangkan Umar Faruq salah satu pelanggan Batagor Bang Pera mengatakan, anak muda seperti Pera ini sangat menginspirasi. Dimana kemandirian ekonomi memang harus dibangun sejak muda.

“Meski saya sendiri masih belum mampu seperti bang Pera, setidaknya keberanian kemauan berwirausaha harus dibangun juga sejak dini,” kata Umar. (MAS)

Wirausahawan Muda

Penulis: 
    author

    Posting Terkait