Hanya Untuk Warga Tak Mampu, Orang Kaya Diminta Tak Gunakan LPG 3 Kg

PT Pertamina (Persero) meminta masyarakat dari kalangan ekonomi mumpuni untuk tidak menggunakan LPG tabung 3 kilogram karena tidak tepat sasaran. (CNN Indonesia/Hesti Rika).

Jakarta – PT Pertamina (Persero) meminta masyarakat dari kalangan ekonomi mumpuni untuk tidak menggunakan liquid petroleum gas (LPG) atau biasa disebut Elpiji tabung 3 kilogram (kg). Pasalnya, subsidi pemerintah pada LPG melon tersebut ditujukan kepada masyarakat tidak mampu.

Menurut Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati, jika masyarakat yang mampu turut menggunakan LPG 3 kg, maka LPG 3 kg menjadi tidak tepat sasaran.

“LPG 3 kg adalah barang subsidi sehingga penggunaannya ada kuota dari pemerintah. Sesuai tulisan yang ada pada tabung, LPG 3 kg sesungguhnya hanya untuk masyarakat tidak mampu,” ujar Dian dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (8/12).

Alih-alih menggunakan elpiji 3 kg, Dian berharap masyarakat kalangan maju, apalagi bisnis yang sudah maju, membeli ke LPG nonsubsidi.

Dian mengungkapkan, Pemerintah telah melakukan operasi pasar sejak Senin (4/12) lalu di sejumlah wilayah di antaranya, Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, Priangan Timur, serta Kota dan Kabupaten Sukabumi. Selain itu, penambahan pasokan juga dilakukan di beberapa daerah seperti di DKI Jakarta, Bandung, Cimahi, Sumedang dan Tangerang.

Dian menambahkan, pantauan di sejumlah lokasi hingga Kamis (7/12) menunjukkan kondisi sudah lebih kondusif. Seperti di wilayah Tambora yang sebelumnya ramai diberitakan sulit mendapat LPG 3 kg, saat ini sudah pulih kembali. Hal ini terlihat di Pangkalan di Duri Utara I, Tambora di mana hanya beberapa masyarakat yang menukarkan tabungnya.

Seiring dengan operasi pasar dan penambahan pasokan yang terus dilakukan, Pertamina berharap pasokan LPG 3 kg mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sebagai informasi, perseroan telah melakukan operasi pasar dan penambahan pasokan secara bervariasi antara 20 persen hingga 60 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Apabila masyarakat masih menemukan kesulitan atau harga yang tidak wajar, maka dapat menghubungi Contact Center perseroan di nomor 1 500 000. (net)

685 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment