Harga Beras di Tubaba Naik Drastis

Ilustrasi (ist)

TUBABA—Memasuki awal tahun ini, harga jual beras di berbagai daerah kompak mengalami kenaikan. Tak terkecuali yang terjadi di Tulangbawang Barat (Tubaba). Bahkan harga jual beras di daerah ini sudah menembus Rp14.000 per kg.

Pedagang beras di Pasar Pulung Kencana, Tubaba, Yudi menuturkan, saat ini harga beras premium dijual Rp14.000 per kg naik Rp3.000 dari sebelumnya hanya Rp11.000. Sedangkan yang kualitas sedang Rp13.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 ribu per kg.

Menurut dia, kondisi naiknya harga beras sudah biasa terjadi setiap awal tahun. Faktor utamanya karena menipisnya stok barang lantaran belum memasuki masa panen. Diperkirakan harga akan turun ketika memasuki musim panen raya pada April mendatang.

Baca Juga:  Konsumsi Listrik Masyarakat dan Industri Meningkat

“Untuk harga beras paling murah sekarang Rp10.000 per kg. Padahal kalau sedang normal bisa mendapatkan satu kilogram beras kualitas sedang,” ujarnya.

Menurut Yudi, kenaikan harga beras belakangan ini juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, hal ini yang menyebabkan stok beras pun akhirnya terbatas.

Sementara Bowo (32), salah satu warga Pulung Kencana berharap pemerintah dapat mengambil tindakan seperti operasi pasar untuk menekan kenaikan harga beras tersebut.

“Kenaikan harga ini cukup memberatkan kami selaku masyarakat kecil, kami mohon pemerintah bisa mengupayakan operasi pasar agar harga beras bisa turun,” kata Bowo.

Baca Juga:  Tulang Bawang Barat Banyak Orang Gila

Tingginya harga beras juga dikeluhkan oleh warga. Minah (40) warga Tirtakencana Kecamatan Tulangbawang Tengah mengeluhkan harga beras di pasaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Biasanya uang Rp100 ribu bisa beli beras 10 kg, sekarang tidak bisa lagi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre Lampung sekaligus Ketua Operasi Pasar Joko Tri Septanto mengatakan, naiknya harga beras disebabkan beberapa faktor seperti  kelangkaan stok beras yang mengakibatkan harga gabah menjadi tinggi yaitu Rp5600 hingga Rp6200, serta belum masuknya masa panen di daerah.

Hal tersebut membuat Pemerintah dari berbagai Instansi harus menekan harga agar tetap stabil melalui operasi pasar di sejumlah daerah.

Baca Juga:  Presiden Direncanakan Hadiri Festival Kopi Lambar

“Efektivitas operasi pasar kepada konsumen terutama menengah ke bawah atas pilihan beras medium, karena di pasaran beras medium tidak ada, maka kita menghadirkan beras medium tersebut.

Saat ini, ketahanan stok yang dimiliki Bulog Divre Lampung dinyatakan cukup untuk menghadapi empat bulan ke depan.

Nantinya, stok beras akan terus dikeluarkan melalui operasi pasar, juga program Pemerintah kabupaten lainnya seperti bantuan sosial rastra, pasar murah atau program termasuk bencana alam, dan kerawanan pangan.(*)

303 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

beras tubaba

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan