Harga Sagu Melonjak Tinggi, Pengrajin Kemplang Terancam Gulung Tikar

Ilustrasi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Para pengusaha kerupuk kemplang yang berada di sentra pengrajin kerupuk kemplang di jalan Yos Sudarso, kecamatan Bumi Waras terancam gulung tikar lantaran harga tepung sagu melonjak tinggi,  mencapai 480 ribu rupiah perkarungnya, para pelaku usaha mikro kecil menengah meminta pemerintah turun tangan guna mengatasi kenaikan harga tersebut.

Dari 60 pelaku usaha kemplang yang berada di sentra kerupuk kemplang yang berada di kecamatan bumi waras bandarlampung, lebih dari 50% nya gulung tikar, hal ini dikarenakan harga tepung sagu yang melonjak tinggi, dari 300 ribu rupiah perkarungnya, sekarang mencapai 480 ribu rupiah perkarung.

Baca Juga:  Stok Menipis Harga Sagu Melonjak

Naiknya harga bahan baku utama dalam produksi kemplang belum diketahui penyebabnya, Ratna Juwita, salah satu pelaku usaha mengatakan, harga tepung sagu mulai merangkak naik terhitung dari bulan maret, rata-rata tiap bulan naik 50 ribu rupiah.

Meski begitu, dirinya tidak pernah mengurangi kualitas produksi kerupuk kemplang walaupun harga tepung sagu sedang tinggi, meski hanya untung kecil, hal tersebut tidak terlalu dipermasalahkan.

Baca Juga:  Stok Menipis Harga Sagu Melonjak

Ratna hanya mengkhawatirkan kelanjutan usaha turun temurun keluarga yang sudah bertahan selama 20 tahun lamanya, dirinya menjelaskan, harga sagu yang sudah naik, biasanya sulit untuk turun kembali.

Atas kenaikan harga tepung sagu tersebut, diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah kota bandarlampung, dirinya mewakili pelaku usaha lainnya meminta pemerintah turun tangan dengan cepat dan melakukan inspeksi kepasar guna memantau harga tepung sagu. (*)

harga sagu mahal pengrajin kemplang

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan