Harga Telur Melambung Pedagang Justru Merugi

KALIANDA—Naiknya harga komoditas umumnya turut meningkatkan pendapatan para penjual. Namun tak hal itu tak berlaku untuk kenaikan harga telur yang justru bikin para pedagang merugi akibat sepinya pembeli.

Aisah (43) Padagang Telur di pasar tradisional Belambangan Kecamatan Penengahan mengku kesulitan untuk menjual telur aya ras. Hal ini dikarenakan harga telur bertahan tinggi. Sehingga para konsumen enggan membeli.

“Harga telur sekarang Rp28.000 per kilo. Jadinya sepi yang beli,” kata dia.

Erwin (30) pedagang telur lainnya punya siasat supaya tak rugi. Lantaran sepinya animo pembeli, ia menurunkan jumlah pasokan telur dari distributor.

“Mau enggak mau saya stok telur sedikit. Animo masyarakat mulai sepi,” kata dia.(*)

Posting Terkait