Hasil Audit Biro Kesra, Sekretaris Inspektorat Mendadak Amnesia


Bandar Lampung – Dalam seminggu terakhir, jajaran Inspektorat Lampung nampak disibukkan dengan pengusutan sangkaan penyimpangan anggaran Rp9,8 miliar bantuan sosial pada Biro Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Lampung.

Hari-hari mereka diwarnai dengan rapat. Bahkan sangat sulit sekali meminta waktu salah satu di antaranya untuk membeberkan perkembangan pemeriksaan terakhir.

Senin tadi misalnya. Sekretaris Inspektorat Lampung Andrian tak bisa diganggu sama sekali.

Meski dia sempat berjanji akan membeberkan informasi perkembangan pengusutan sangkaan tersebut, pada Jumat 26 Juni lalu.

Diketahui Inspektorat provinsi lampung telah melakukan pemanggilan kepada beberapa pejabat, Mulai dari Karo Kesra Setprov Lampung Ratna Dewi pejabat pembuat komitmen dan pejabat pelaksana teknis kegiatan terkait dugaan mark up bansos Covid-19 dengan total anggaran Rp9,8 Miliar pada Selasa, 23 juni 2020 lalu.

Pada sisi lain, Ratna Dewi menjelaskan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat permintaan audit pada BPKP Lampung trhadap dua rekanan yang ditunjuk untuk pengadaan 98 ribu paket sembako bantuan pendemi Covid-19. Yaitu, CV Bintang Teknik dan CV Paskal.(Bam/Kardo)

Mark up bansos Covid-19

Posting Terkait