Hati Hati Modus Penipuan Penggandaan Uang di Lampung

Ilustrasi (Foto ist)

BANDARLAMPUNG – Lantaran turut berperan merayu korban untuk menggandakan uangnya hingga merugi sebanyak 80 juta rupiah seorang oknum guru warga Lampung Selatan harus disidang dan didakwa melanggar pasal tentang penipuan dan terancam dipenjara selama 4 tahun.

Stefanus prihanto, seorang yang sehari – hari bekerja sebagai pengajar ini harus ber-urusan dengan hukum dan diadili dalam persidangan online yang digelar di pengadilan negeri tanjung karang, selasa 5 mei 2020.

Oleh jaksa, pria 36 tahun warga kecamatan ketibung  lampung selatan ini didakwa telah melanggar pasal 378 dan 372 k-u-h-p junto pasal 55  ayat -1 k-u-h-p yang mengatur tentang tindak pidana penipuan.

Stefanus bersama dengan seorang bernama menot telah melakukan penipuan terhadap korban bernama nita nur wulan dengan modus penggandaan uang hingga merugikan korban total 80 juta rupiah.

Mulanya korban mengikuti perkumpulan di padepokan milik retno di lampung selatan dengan berbagai macam ritual yang di pimpin oleh retno beserta dengan terdakwa.

Tak lama setelahnya, korban pun di tawarkan akan diberikan uang hasil rituan penggandaan sebanyak 1 milyar rupiah dengan mahar yang harus diberikan sebanyak 10 juta rupiah.

Namun terdakwa dan rekan –  rekannya sepanjang tahun 2015 hingga 2016 terus menerus meminta uang kepada korban sebagai syarat ritual pengambilan uang hingga mencapai total 80 juta rupiah, namun setelahnya korban sama sekali tidak menerima uang yang pernah dijanjikan kepadanya.

Lantaran ulahnya tersebut, terdakwa Stefanus Prihanto terancam dengan hukuman maksimal selama 4 tahun dan diwajibkan membayar denda paling banyak 900 juta rupiah. (Tinus)

Penggandaan Uang Penggandaan Uang di Lampung

Posting Terkait