Hermansyah Bantah Tentukan Nilai Fee Proyek tapi Akui Pertemuan dengan Wahyu Lesmono dan Agus BN

Bandar Lampung – Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan Hermansyah Hamidi membantah keterangan wahyu Lesmono di Pengadilan Negeri (Pn) Tipikor Tanjung karang Bandar Lampung. Rabu (07/04)

Hal itu, di ungkapkan pada saat di akhir sidang yang menghadirkan enam saksi di PN Tanjung karang, Ia mengatakan jika ploating pekerjaan PUPR tidak benar yang di terangkan oleh saksi wahyu Lesmono bahwa dirinya yang menentukan pemenang dalam proyek tersebut.

Baca Juga:  KPK Persilakan Dua Tersangka Hasil Pengembangan Perkara Korupsi Zainudin Hasan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

“Majelis, Iya betul bukan dia yang memberikan ploting itu, tapi saudara Syahroni yang memberikan ploting kepada saya, “ucap wahyu dalam kesaksian fee proyek PUPR Lamsel.

Kemudian, terdakwa juga menyangkal bahwa yang meminta fee 20 persen tersebut bukan dirinya, karena dirinya mengaku tidak pernah membicarakan kepada Syahroni untuk meminta sekian persen untuknya.

Baca Juga:  Kasus Suap Zainudin Hasan Dikembangkan KPK, Siapa Saja Pihak yang Dulu Menyuapnya?

“Iya benar yang menentukan 20 persen tersebut terdakwa Hermansyah,” tegas wahyu

Lanjutnya, terkait kedatangan mantan anggota DPRD kota Bandarlampung Wahyu Lesmono dan mantan anggota DPRD Provinsi agus Bakti Nugroho (BN) di rumahnya, ia juga tidak membenarkan adanya perbincangan atas fee proyek PUPR di Lamsel itu.

“Dan benar memang wahyu Lesmono dan agus BN kerumah saya tetapi saya batasi karena ada obrolan proyek saya tinggal mereka begitu saja,”kata Hermansyah

Baca Juga:  Waduh, Kok Sekda Lampung Selatan Thamrin Mangkir Dari Panggilan KPK?

“Benar yang mulia, disitu ada obralan proyek tetapi tidak terlalu lama, “Jelas wahyu dengan keterangan awal kepada JPU.

Kemudian, Terdakwa Syahroni membenarkan bahwa ada perintah dari Hermansyah terkait ploting untuk dirinya.

“Benar atas ucapan wahyu bahwa saya menunjukan ploting atas perintah dari Hermansyah,”tandasnya

Agus BN Fee Proyek Lamsel Hermansyah Hamidi Wahyu Lesmono

Posting Terkait