Hernan Tori: Seleksi Komisioner KPU Cenderung Egosentris Ormas

Ilustrasi (ist)

BANDARLAMPUNG – ANGGOTA KPU Kabupaten Tulang Bawang 2014-2019 Hernan Tori menyebutkan proses seleksi komisioner KPU Kabupaten/Kota di Lampung tidak transparan.

Putusan DKPP RI yang memberhentikan tetap Anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah dan proses pidana di Polda Lampung yang melibatkan calon komisioner KPU Tulang Bawang dan Pesawaran harusnya dapat dikembangkan untuk mengungkapkan jaringan.

Tidak hanya dugaan jual beli jabatan dalam seleksi komisioner KPU Kabupaten/Kota, tahapan yang dilaksanakan juga tidak transparan dan berdasarkan egosentris ormas tertentu.

“Ada beberapa kelompok yang ada orang pusatnya, dapat bocoran materi soal supaya kelompok tersebut nilainya besar. Saya tidak bisa menyebutkan tapi bisa diselidiki nanti ini,” kata Hernan saat dihubungi, Senin (17/2/2020).

Hernan kemudian menjelaskan tidak transparannya proses rekrutmen komisioner KPU Kabupaten/Kota terutama dalam hal penilaian.

“Kemarin itu operatornya di dalam ruangan, tidak ada LCD yang ditayangkan di depan, tetapi ditayangkan di komputer masing-masing. Harusnya komputer-komputer itu terkoneksi ke sebuah LCD dan ditampilkan ke layar setelah selesai, sehingga tahu dan prosesnya fair betul,” ujarnya.

Tidak transparannya nilai CAT, menurut Hernan, bisa dimanfaatkan oleh operator yang ada dalam ruangan untuk meloloskan orang-orang tertentu dengan memberikan nilai besar supaya menguasai seluruh KPU.

Sebelumnya Hernan Tori bersama lima rekannya dengan mengatasnamakan Gerakan Penyelamat Demokrasi Lampung menyampaikan pernyataan sikap menolak atas penetapan anggota KPU Kabupaten/Kota yang terpilih dan meminta untuk dibatalkan.

Pernyataan sikap tersebut diserahkan ke Komisi I DPRD Lampung, Rabu (20/11/2019), dan diterima oleh Sekretaris Komisi I Mikdar Ilyas, dan Anggota Komisi I DPRD Lampung Watoni Nurdin.

Di hadapan Komisi I DPRD, Hernan menyampaikan kuatnya egosentris ormas tertentu dalam seleksi komisioner KPU Kabupaten/Kota.

“Kalau di Tulang Bawang komposisi komisioner KPU didominasi NU, Muhammadiyah, dan HMI sementara kelompok ormas lainnya sebagai penunjang saja,” katanya.

Mantan Panwascam dua periode ini mengaku independen dan tidak memiliki keterkaitan dengan ormas apapun dan mendirikan organisasi sendiri,

“Daripada saya bergabung ke organisasi yang tidak memperjuangkan rakyat atau menghianati masyarakat,” lanjutnya.

Dia berharap Komisi I DPRD Lampung menindaklanjuti pernyataan sikap yang telah diserahkan dan melakukan pengembangan dari putusan DKPP RI atas mantan Anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah.

“Saya tahu siapa saja yang bermain, tapi saya enggak mau lah menunjukkan, biar Allah saya yang menunjukkannya satu persatu,” tutupnya. (Josua)

Egosentris Ormas Seleksi Komisioner KPU

Posting Terkait