Hery Suliyanto Bantah Dirinya Terlibat Politik Praktis

Hery Suliyanto Bantah Dirinya Terlibat Politik Praktis
Hery Suliyanto Bantah Dirinya Terlibat Politik Praktis
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, Hery Suliyanto.

BANDARLAMPUNG – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hery Suliyanto, membantah keras kehadirannya dalam Hari Bhakti Ke-72 PU Tingkat Provinsi Lampung dan HUT Ke-46 Korpri Tahun 2017 beberapa waktu lalu, sebagai praktek politik.

“Saya hadir di acara tersebut sebagai kapasitas saya selaku Asisten I mewakili gubernur, membacakan  sambutan Gubernur Lampung, dan melepas jalan sehat, sudah itu pulang. Di sambutan itu enggak ada unsur ajakan memilih seseorang,” tegas Hery Suliyanto Kamis (7/12/2017).

Penegasan ini, menurut Hery, diharapkan dapat menjawab berbagai spekulasi yang menyudutkan posisi PNS dalam menjalankan tugas.

Baca juga: ASN Langgar UU Pemilu, Bawaslu Lampung Terapkan Azas Praduga Tak Bersalah

Seperti diketahui, pada Minggu (25/11/2017) lalu, lebih dari 10 ribu peserta mengikuti jalan sehat dan sepeda santai Hari Bhakti Ke-72 Pekerjaan Umum Tahun 2017 dan HUT Ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2017 tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung.

Acara ini berlangsung meriah dengan banyaknya peserta yang ikut ambil bagian memeriahkan HUT PU. Posisi PNS dalam tahun politik memang kerap menimbulkan trauma tersendiri. Sehingga harus dihadapi dengan kehati-hatian.

Gunawan Handoko dari Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan Lampung dalam tulisannya berpendapat, posisi PNS dalam pemilihan kepala daerah harus dilihat secara bijak. Sebab, posisi PNS memiliki dua dimensi yaitu pertama, berfungsi sebagai seorang pemimpin keluarga yang berperan untuk membina dan mengarahkan rumahtangganya.

Dalam fungsi sosial, PNS berperan sebagai tokoh atau anggota masyarakat yang baik di lingkungannya. Untuk dapat menjalankan fungsi dan peran ini PNS harus memiliki kesadaran yang tinggi agar dapat menjaga diri dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin keluarga dan anggota masyarakat.

Kedua, seorang PNS berfungsi sebagai abdi negara yang memiliki tiga peran yakni sebagai alat atau aparatur negara, sebagai pelayan publik dan sebagai alat pemerintah. Sejumlah kalangan menilai posisi PNS kerap disudutkan. “Padahal, mereka kan menjalankan tugasnya. Bukan bagian dari politik,” ujar salah seorang PNS. (TM)

3,287 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment