Hirup Limbah Pabrik Sawit, Warga Way Kenanga Terserang ISPA

Rusli | Fajar Sumatera

PANARAGAN – Terindikasi terpapar asap pembakaran dan limbah cair pabrik pengelolaan sawit dari PT Surya Utama Nabati. Sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan seperti plek paru-paru dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hal ini di derita oleh balita bernama Arka Ramadansyah (3 tahun) dan Parlin (40 tahun), warga Tiyuh Indra Loka Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Penderitaan keduanya sudah dialami selama 3 tahun terakhir.

Contohnya, balita Arka Ramadansyah, ynag sudah berobat keberbagai rumah sakit namun belum ada tanda-tanda kesembuhan.

Terlebih Parlin, sampai saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Melihat hal tersebut, Rudi, ayah Arka Ramadansyah, pada tanggal 24 Mei 2018, melaporkan pihak perusahaan ke Kepolisian Resort Tulang Bawang, dengan nomor surat tanda terima penerimaan laporan: 155/v/2018/Polda lpg/rest tuba.

Namun, pada tanggal 5 Juni 2018, pihak perusahaan membuat surat perdamaian kepada pelapor dengan isi surat pihak keluarga korban bersedia mencabut laporan di Polres Tulang Bawang.

Dan pihak perusahaan akan menyediakan air bersih sebagai pengganti sumur rumah korban yang tercemar limbah cair pabrik. Kemudian  akan membiayai pengobatan Arka Ramadansyah hingga sembuh.

Selain itu  memberikan toleransi kepada korban berupa uang tunai.

Namun, sampai saat ini mereka belum menepati perjanjian sesuai isi surat perdamaian yang telah dibuat.

“Baru satu kali saja mengobati Arka, untuk di bawa ke Rumah Sakit Tulang Bawang, Menggala, kata Suwirti, selaku nenek korban, saat ditemui, Kamis (31/10).

Pihak keluarga korban berharap, pihak perusahaan segera menepati janjinya sesuai dengan isi surat peejanjian yang telah dibuat kedua belah pihak.(RUS)

Hirup Limbah Pabrik Sawit Warga Way Kenanga Terserang ISPA

Posting Terkait