HMI Demo Walikota Metro

Istimewa

METRO-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Pena Kota Metro dan dilanjutkan berorasi di depan Pemkot Metro, Senin (22/5). Aksi tersebut menyangkut rencana Pemkot Metro yang akan menggusur Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Metro. Wakil Walikota Metro Djohan yang menemui para pendemo meminta maaf atas pernyataan Walikota Metro ke media terkait rencana penggusuran itu.

“Saya berjanji akan memfasilitasi permintaan maaf Walikota kepada masyarakat. Saya dan pak wali memimpin Kota Metro sebagus dan sebaik apapun tidak akan pernah selesai tanpa bantuan kalian karena itu berikan masukan yang baik,” ujarnya.

Mengenai tuntutan HMI, Djohan berjanji akan melakukan rapat bersama Walikota beserta perangkat satuan kerja dan pihak AIA Agus Salim. “Kami baru satu kali audiensi dengan pihak AIA Agus Salim, mereka minta perpanjangan waktu atau ganti rugi. Dan Pak Wali sudah memerintahkan mengkaji kembali hasil Audiensi waktu itu,” terang Djohan.

Ia menambahkan, Pemkot Metro sama sekali belum memutuskan untuk menggusur AIA Agus Salim. Sampai saat ini Walikota Metro masih berkomitmen menjaga Visi Misi Kota Metro sebagai kota pendidikan. “Saya sudah berikan masukan kepada pak wali agar dirapatkan dulu persoalan ini dan besok kami akan rapatkan. Jadi belum ada keputusan mau digusur dan saya akan mempertahankan Visi Kota Metro sebagai kota pendidikan,” tegasnya.

Sementara, Ketua HMI Kota Metro Muhammad Rozhi Fauzi menilai bahwa kepastian terkait penggusuran IAI Agus Salim terlontar akibat arogansi Walikota. “Sudah terjawab bahwa belum ada kepastian terkait masalah penggusuran dalam jangka waktu 6 bulan. Seperti yang kita ketahui bersama bawasanya hari ini bapak Wakil Walikota menyambut kita dengan baik dan bebanding terbalik dengan bapak Walikota, dengan premanismenya bicara didepan media massa dan dijadikan konsumsi masyarakat umum dan timbul pertanyaan kenapa sosok arogansi bisa memimpin Kota Metro,” tutupnya. (SP)

HMI Metro

Posting Terkait