HUT RI Di Mata Seorang Pemulung Bandarlampung

Foto: Josua

BANDARLAMPUNG-Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, seorang pemulung mengecat gerobak rongsokannya dengan dwi warna merah putih.

Tak hanya dicat merah putih, gerobak rongsokannya yang penuh dengan kardus dan plastik juga dipasangkan bendera merah putih berukuran kecil. Bendera kecil itu diikat di ujung tiang besi yang berada persis di ujung depan gerobaknya.

Tiang besi sepanjang 50 centimeter diberi warna kuning dan meruncing pada ujung atasnya seolah gambaran bambu runcing dengan merah putih di ujungnya.

Suhaimi yang mengenakan topi caping bambu merah putih, seorang pemulung kelahiran Kampung Sawah Tanjungkarang Pusat 58 tahun silam merupakan warga Bandarlampung.

Dia memilih merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan memakai atribut bendera merah puth dan mengenakan baju bergambar sang proklamator, Soekarno.

Pria yang hidup menduda sejak tahun 1993 silam menetap di Kota Baru dan setiap hari selalu berkeliling mencari rongsokan di sekitar Kedamaian, Enggal dan Tanjungkarang Pusat.

Suahaimi yang dikaruniai 2 anak dan 2 cucu ini adalah salah satu pengagum Bung Karno. Setidaknya hal ini terlihat dari kaus hitam yang dikenakan bergambar Soekarno serta foto Bung Karno yang dibingkai terpajang di depan gerobaknya.

Alumni SMA Swadaya Kaliawi ini mengagumi Soekarno karena sang proklamator adalah sosok yang mampu mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu hal yang membuat dirinya bersedih adalah ketika satu dari dua foto Bung Karno yang dimilikinya dicuri orang.

Aksi Suhaimi dalam memperingati hari Kemerdekaan Indonesia mendapatkan dukungan dari budayawan Isbedy Stiawan.

Budayawan yang akrab dikenal sebagai Paus Sastrawan Lampung menyebutkan nasionalisme berasal dari hati.

bagi Isbedy kecintaan kepada tanah air tidak hanya sebatas simbol atau ikon bendera namun juga kecintaan kepada para pejuang yang bertaruh nyawa dan harta saat perang merebut kemerdekaan.

Sikap nasionalisme ini harus ditumbuhkembangkan dengan mempelajari kembali sejarah perjuangan bangsa.(JO)

Posting Terkait