Hypermart Central Plaza Sering Menjual Makanan Kadaluarsa

BANDARLAMPUNG-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dan Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung serta Yayasan konsumen Indonesia (YLKI) sering menemukan makanan kadaluarsa di Pusat Perbelanjaan Hypermart Central Plaza, Tanjungkarang. Kemarin, BBPON kembali menemukan menemyukan makan berbahaya dalam inspeksi mendadak.

Kepala BBPOM Bandarlampung, Syamsuliani, mengaku teroaksa memanggil pemilik Hypermart atas hasil sidak ini. Sebab, Hypermart sering kali kepergok menjual produk yang tidak layak edar.

“ Sudah ditemukan makanan berupa daging yang seharusnya sesuai dengan aturan, tapi ternyata tidak. Menangapi hal ini kita akan panggil pemiliknya, karena tahun lalu ada juga ditemukan hal yang sama, masak tiap tahun ada? Makanya saya panggil pemiliknya, karena yang buat surat pernyataan berbeda tiap tahunnya,” tegasnya.

Syamsuliani menjelaskan, jika tidak ada perubahan dari pihak Hypermart maka pihaknya akan melakukan sanksi tegas. Guna memberi efek jera bagi prusahaan tersebut.

“ Ya, sangsinya berupa panggilan dan pembinaan, hingga peringatan keras berupa pengajuan ke pemerintah agar dicabut izinnya. Agar menjadi efek jera bagi Hypermart agar mengikuti peraturan yang ada. Tempo hari sudah ada temuan harapan kami tidak ada lagi hal yang sama terulang,” tandasnya

Sidak ini dilakukan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2018. Tim gabungan memeriksa makanan . Hasilnya, salah satu produk makanan beku dan berwarna hitam yakni, spicy wing dimusnahkan di tempat.

Menurut petugas, makanan tersebut tidak layak dikonsumsi. Selain warnanya yang telah berubah, pihak Hypermart juga tidak bisa menunjukkan label kemasan pada produk spicy wings yang dijual.

Petugas tim gabungan meminta seluruh produk spicy wings yang ada dimusnahkan dengan cara disiram menggunakan air kotor dan cairan pembersih lantai.

Pihak Hypermart, Juliansyah selaku Supervisor, mengaku tidak tahu menahu soal produk spicy wings tersebut lantaran berasal dari Jakarta.

“Sebenarnya produk itu asalnya dari Jakarta, sebelum produknya masuk sebenarnya kita ada sertifikatnya. Cuma sertifikatnya ada sama kami, saya masih coba print, produk yang masuk di Jakarta baru di oper ke toko. Nanti saya akan minta sertifikatnya ke pusat,”ujarnya. (RD)

628 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tak Berkategori

Berita Terkait

Leave a Comment