ICW Desak Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Pejabat Tinggi di Kasus Pinangki

Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta Kejagung mengungkap adanya dugaan keterlibatan pejabat tinggi di instansi penegak hukum dalam kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Melansir laman Bisnis.com, Selasa (6/7), Aktivis ICW, Kurnia Ramadhana mengungkapkan, bahwa masih ada sejumlah pejabat pada instansi penegak hukum yang sampai kini belum tersentuh hukum terkait perkara dugaan tindak pidana gratifikasi dan pencucian uang tersebut.

Menurutnya, pejabat pada instansi penegak hukum itu merupakan sosok yang menjamin agar Pinangki Sirna Malasari dapat bertemu dengan buronan kasus cassie Bank Bali Djoko Soegiharto Tjandra.

Baca Juga:  Kasus Pinangki, ICW Menduga Ada Keterlibatan Pejabat Tinggi

“Ada dugaan keterlibatan pejabat tinggi di instansi penegak hukum yang menjamin Pinangki untuk dapat bertemu dengan Joko S Tjandra. Ada banyak celah yang tidak mau dibongkar Kejaksaan Agung,” tuturnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/7/2021).

Berkaitan dengan JPU yang menolak mengajukan kasasi dalam kasus Pinangki Sirna Malasari, ICW juga mengucapkan selamat kepada Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin yang mempertahankan vonis ringan terhadap terdakwa Pinangki Sirna Malasari.

Baca Juga:  Kasus Pinangki, ICW Menduga Ada Keterlibatan Pejabat Tinggi

“ICW mengucapkan selamat kepada Bapak ST Burhanudin selaku Jaksa Agung dan jajarannya di Kejaksaan Agung karena sudah berhasil mempertahankan vonis ringan kepada Pinangki Sirna Malasari,” katanya. Baca Juga : KPK Dalami Peran PT Adonara di Perkara Korupsi Tanah DKI Jakarta Menurut Kurnia, Mahkamah Agung (MA) juga turut berkontribusi membuat catatan hitam dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia dalam perkara tersebut. “Tidak hanya itu, MA juga sukses pula menorehkan noktah hitam dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, penegak hukum yang mestinya diganjar hukuman maksimal, namun hanya divonis 4 tahun penjara,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Pinangki, ICW Menduga Ada Keterlibatan Pejabat Tinggi

Aktivis ICW Kurnia Ramadhana

Posting Terkait