Identitas Pengirim SMS Berisi Kata Mayat di Dalam Kasus Korupsi Lampung Utara

Tiap Lebaran, Istri Pejabat Tinggi di Lampung Utara Terima Hadiah Berupa Uang

Dr .Eng. Rina Febrina,S.T.,M.T, istri dari Kadis PU-PR Lampung Utara saat menjadi saksi dalam kasus yang turut menjerat suaminya, Syahbudin, Kamis, 9 Januari 2020. Foto: Ricardo Hutabarat/Fajar Sumatera.

Bandar Lampung – Isteri Syahbudin, atas nama Rina Febrina seorang Wakil Dekan Fakultas Teknik di Universitas Malahayati Provinsi Lampung mengaku mendapat kirim pesan singkat atau SMS. Isinya hanya ada tulisan mayat, mayat, mayat dan mayat.

Syahbudin yang merupakan terdakwa dan Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif itu menilai kiriman SMS itu berkorelasi dengan perkara korupsi yang sedang dijalaninya. Sebab, dalam perkara itu, Syahbudin memberikan informasi ke publik tentang dugaan keterlibatan banyak pihak. Dia memiliki catatan berisi aliran uang ke oknum jaksa, kepolisian, DPRD Lampung Utara, dan oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Lampung.

Keterangan ini disampaikan Syahbudin di persidangan ketika ia diperiksa sebagai terdakwa sekaligus saksi, 26 Mei 2020 lalu.

Jumat, 29 Mei 2020, Pahrozi selaku pengacaranya menyiapkan berkas permohonan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permohonan itu berisi upaya permintaan Syahbudin yang mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC).

Di dalam permohonan itu, Pahrozi juga menerakan keterangan tentang pesan berisi kata mayat yang diduga sebagai ancaman. Nomor dari pengirim SMS itu pun diterakan di dalam dokumen itu. Peristiwa yang dialami oleh keluarga kliennya, jelas Pahrozi, akan ditindaklanjuti dengan membuat laporan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Berkaitan dengan apa yang dialami oleh klien atau keluarga klien saya dan juga tentang pengajuan JC telah kami layangkan ke KPK hingga ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang,” ucap Pahrozi saat dihubungi Fajar Sumatera, Sabtu, 30 Mei 2020.

Dari yang dilihat oleh Fajar Sumatera, nomor itu ialah 08230658xxxx. Fajar Sumatera berhasil menghubunginya.

Sepanjang perbincangan, pemilik nomor tersebut mengaku bernama Thamrin. Seorang pria yang memiliki pekerjaan sebagai pengisi air galon. Ia mengaku tidak tahu menahu soal SMS itu. Bahkan ia mengaku tidak mengenal nama Rina Febrina, Syahbudin, Agung Ilmu Mangkunegara.

Dan juga ia tidak tahu menahu tentang perkara tersebut. Ia mengatakan dirinya bertempat tinggal di Kota Bandar Lampung. Nomor tersebut memiliki akun Whatsapp. Di lihat dari akun itu, foto profil yang diterakan adalah gambar seorang perempuan.

Baca Juga:  Dinas PU se Provinsi Lampung Gelar Rakor dengan KPK

Dari akun Whatsapp itu, tertulis nama Rico Novanto.

Identitas Pengirim SMS Berisi Kata Mayat di Dalam Kasus Korupsi Lampung Utara

Tampilan di akun Whatsapp yang disebut mengirimkan pesan berisi kata mayat kepada Rina Febrina. Tertulis, Rico Novanto.

(Ricardo)

Kasus Korupsi Agung Ilmu Mangkunegara Kasus Korupsi Lampung Utara KPK Syahbudin

Posting Terkait