Ikan Belida dan Jelabat Mulai Langka

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten tulangbawang M. Puncak Stiawan. Saat memberikan keterangan terkait kelangkaan beberapa jenis ikan air tawar seperti ikan Belida san ikan Jelabat.

MENGGALA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tulangbawang mengaku jika populasi sejumlah jenis ikan air tawar disungai Tulangbawang mulai mengalami kelangkaan bahkan hampir punah.

Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya ekosistem,serta perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab lantaran mencari ikan dengan cara mudah mengunakan alat strum.

Kepala DKP  tulangbawang Puncak Stiawan menjelaskan jika untuk mengantisipasi kerusakan ekosistem diperairan sungai tulangbawang pihaknya telah melepas bibit ikan serta mengaktifkan pengawasan/patroli berkeliling di sungai Tulangbawang.

Tujuan dilakukanya patroli kata Puncak guna meminimalisir berbagai upaya-upaya curang yang dilakukan oleh oknum nelayan ilegal untuk mendapatkan ikan dengan mengunakan alat yang dilarang seperti strum dan jaring trall.

“Akibat mengunakan alat tersebut populasi beberapa jenis ikan menjadi langka bahkan hampir punah seperti jenis ikan Belida, Jelabat saat ini sangat sulit ditemukan padahal selain dikosumsi kedua jenis ikan tersebut sangat baik dijadikan ikan hias,tapi akibat ulah para oknum nelayan ilegal jenis ikan menjadi langka, “papar Puncak, (19/09).

Selain itu lanjut Puncak, untuk mengantisipasi kepunahan jenis ikan tersebut bahwa dalam tahun ini pihaknya sudah beberapa kali menyambangi kantor kementerian perikanan RI secara langsung untuk meminta segala bantuan program pengembangan yang berkaiatan dengan budidaya ikan di Tulangbawang.

“Insya allah kementrian akan memberikan bantuan secara langsung kepada nelayan budi daya ikan air tawar ditulangbawang, kami Dinas hanya memfasilitasi semua bantuan langsung diberikan oleh kementerian kepada kelompok penerima,”ucapnya.

Oleh sebab itu Puncak menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat melaporkan kepada pihaknya jika melihat adanya oknum nelayan nakal yang memcari ikan mengunakan alat terlarang.

“Laporkan kapada kami tim pengawas siap 24 jam akan meluncur melakukan penangkapan dan langsung diproses hukum karena itu merupakan sebuah pelanggaran ,jadi kami harap kepada seluruh masyarakat jangan melakukan sekali kali mencari ikan mengunakan alat yang dilarang karena akan merusak ekosistem, dan sudah pasti akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, “pungkasnya. (Fs-Mr)

ikan jelabat

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan