Ikhtiar Memakmurkan Kesenian Lewat Sekolah

Christian Heru Cahyo Saputro (IST)

Oleh Christian Heru Cahyo Saputro

Penggiat seni dan pengamat pendidikan, tinggal di Bandar Lampung.

 

PANGGUNG kesenian Indonesia sepi  penonton. Keluhan panjang itulah yang selama ini mengemuka. Bahkan banyak kelompok kesenian yang gulung layar mengalami kebangkrutan, karena ditinggalkan  penonton. Keadaan ini, ditengarai salah satunya, tersebab dari rendahnya tingkat apresiasi masyarakat. Konon yang menjadi biang keladinya,  karena pelajaran kesenian selama ini tak mendapat porsi yang cukup dalam kurikulum dan juga terbatasnya guru seni budaya.

Menghadapi situasi ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sejak tiga tahun belakangan menginisiasi Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Gerakan ini merupakan kegiatan yang menghadirkan langsung seniman (pelaku  seni)  langsung terjun ke sekolah-sekolah selama beberapa pertemuan untuk melatih siswa sekolah dibidang seni dan budaya.

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang dikemas dan  dijalankan sebagai pelajaran ekstra kulikuler, agar para siswa dapat menyerap secara langsung pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki para seniman. Dengan program ini para siswa diharapkan dapat mengenal dari dekat kesenian-kesenian  terutama di daerah masing-masing yang tidak diperoleh di bangku sekolah, buku-buku, maupun sumber-sumber pengetahuan yang lain.

Pada akhir masa belajar, para siswa diharapkan dapat melakukan pertunjukan atau pameran hasil pembelajarannya. Dan muara akhirnya para siswa diharapkan kelak turut meramaikan dunia kesenian  paling tidak menjadi  penonton yang apresiatif.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini merupakan salah satu upaya membawa kesenian kembali ke sekolah. Sebuah langkah memakmurkan kesenian lewat  sekolah yang selama ini sepi dari kesenian.

Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini berupaya membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah-sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala di satuan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK di Indonesia.

Baca Juga:  Disdikbud Pesawaran Siapkan UNPK SD-SMP

Memang selama ini banyak juga sekolah yang sudah mempunyai ekstrakulikuler seni yang baik, tetapi ada juga sekolah yang belum memiliki ekstrakulikuler seni.

Gerakan Seniman Masuk Sekolah diharapkan bisa  menjangkau sekolah-sekolah yang belum dapat menyelenggarakan ekstrakulikuler seni.  Seniman yang dihadirkan Gerakan Seniman Masuk sekolah ini pun beragam, mulai dari seni musik, tari, teater, sastra, film, seni media baru dan lainnya.

Dari tahun ke tahun program ini terus meningkat, jika pada tahun 2016, para siswa hanya bertemu seniman hanya sebanyak 9 kali pertemuan, pada tahun 2017 , para seniman melatih siswa dalam 32 pertemuan atau sekitar empat bulan.

Berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2017 lalu, sebanyak 1.320 sekolah dari 26 provinsi di Indonesia  mengikuti Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang diinisiasi Kementrian Pendidikan dan kebudayaan ini.

Program ini setidaknya melibatkan 52.800 siswa,  dengan asumsi perkelas seiap sekolah  diikuti 40 siswa dan 6600 orang yang terdiri dari seniman, asisten seniman, guru kesenian, staf administrasi dan kepala sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berharap dengan adanya Gerakan Seniman Masuk Sekolah, ini para pelaku seni bisa menemukan seniman muda berbakat dari seluruh Indonesia. Bila ditemukan siswa yang berbakat, Kemendikbud siap akan memberikan beasiswa bagi siswa-siswa berbakat  tersebut agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dibidang seni dan budaya.

 

Belajar Kreatif

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah juga  merupakan upaya untuk menggenjot apresiasi siswa terhadap kesenian dan sebagai wahana penguatan karakter siswa. Untuk itu, dalam mengikuti gelaran program Gerakan Seniman Masuk Sekolah diharapkan para siswa dapat meningkatkan kemampuan untuk menyerap hal yang  paling mendasar dari kesenian itu, yaitu; kreativitas.

Baca Juga:  Maya dan Susi Wakili Lampung Tengah

Dalam hal ini, kesenian dijadikan wahana belajar agar siswa  dapat menjalankan proses kreatif yang diberikan oleh para seniman terhadap seni  (diutamakan) yang hidup di wilayah masing-masing guna membangkitkan kecintaan yang lebih dalam terhadap kesenian sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik.

Ada dua hal penting dalam menjalankan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah: Pertama,  diharapkan siswa dapat mengenali dan kemudian memahami apa itu kesenian, terutama kesenian setempat. Dari pengenalan kesenian itu mereka kemudian dapat menemukan dan memahami dirinya sendiri melalui pembelajaran seni, termasuk mempelajari elemen dasar dalam kerja kreatif. Siswa akan belajar secara langsung proses kreatif seniman dalam menghadirkan karya-karyanya.

Kedua, karena program Gerakan Seniman Masuk Sekolah dikerjakan dalam waktu yang terbatas, tidak bertujuan muluk-muluk untuk mencetak siswa siswa menjadi “seniman” . Program ini juga bukan merupakan ajang pencarian bakat dan merupakan wahana menggodok bakat-bakat calon seniman. Bila kemudian ditemukan siswa-siswa bakat-bakat besar ini  tentunya merupakan bonus dari program ini.

 

Mengenal dan Mencintai Kesenian

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah  ini harus dipahami bukan sekadar mengajarkan kesenian hanya sebagai sebuah proses kreatif  kepada para siswa, tetapi juga sebagai wahana penguatan karakter melalui penanaman dan penyerapan nilai-nilai positif yang terkandung dalam kesenian itu.

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah  diselenggrakan agar siswa memahami dan dapat mengasah kepekaan terhadap nilai-nilai positif seperti nilai kejujuran, keberanian, solidaritas, dan kebhinekaan.

Baca Juga:  2 Dinas Biang Menggala Kumuh

Kesenian juga harus dijadikan wahana untuk memupuk sikap-sikap toleran. Hal itu didasari oleh kenyataan bahwa ruang ruang kebhinekaan dalam masyarakat kita semakin menyempit. Disini kesenian dapat ambil bagian untuk menumbuhkan dan memperkuat kembali nilai-nilai tersebut, sehingga siswa dapat memperaktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artinya dalam dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah diharapkan terjadi perubahan pada masing-masing siswa yang twrlibar, perubahan berkaitan dengan kepekaan artistik,. pengetahuan dan kemudian perubahan sikap. Sekurang-kurangnya siswa mendapatkan hal-hal baru yang akan membuka pikiran mereka sehingga dapat menyerap nilai-nilai positif tersebut diatas.

Seniman harus memahami kesenian yang diajarkan juga sebagai sarana edukatif kepada siswa. Jadi,kesenian tak hanya di maknai sebagai tontonan saja, tetapi juga sebagai tuntunan. Untuk itu, seniman ketika terjun ke sekolah sebagai pengajar, tentunya harus menggali dan mengeksplorasi aspek-aspek nilai-nilai pemdidikan melalui seni yang diajarkannya.

Dengan harapan aspek-aspek edukatif dalam kesenian yang diajarkan  dapat memberikan pengayaan bagi siswa untuk mengembangkan karakter masing-masing.

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah juga diharapkan bisa menjadi wahana menguatkan pendidikan dalam hal ini menjadikan siswa yang berkarakter sekaligus memakmurkan kesenian yang merupakan salah satu bagian dari kebudayaan.

Muaranya, lewat gelaran program Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini, siswa mengenali seniman-seniman, memahami karya-karyanya, kemudian  mengapresiasi dengan membeli, menonton pameran dan pagelarannnya.

Kedepannya, diharapkan para siswa bisa menjadi manusia yang berkarakter, kreatif dan apresiatif yang mencintai karya seni  yang merupakan produk budaya bangsanya serta ikut berperanserta menumbuhkembangkannya sehingga panggung kesenian Indonesia makmur tak sepi lagi penonton. Semoga. []

kesenian Pendidikan Sekolah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan