Imer Minta Ririn Bersikap Gentle soal Pemalsuan Surat

BANDAR LAMPUNG – Wakil Ketua DPRD Lampung Imer Darius menyindir sikap pimpinan komisi I yang seolah tidak gentle mengakui telah menyuruh staf memalsukan tandatangan wakil ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama panitia seleksi (pansel) Sekdaprov pada Selasa (9/10) lalu.

“Jangan dibuang ke staf komisi. Jadi harus gentle kalau memang itu perintah agar staf komisi melakukan itu, ya harus diakui. Karena koordinator komisi sudah klarifikasi tidak pernah tandatangan. Kemudian pimpinan komisi saudari Ririn Kuswantari bilang bahwa ini kesalahan staf komisi”kata Imer, Kamis (11/10).

Baca Juga:  Johan Sulaiman Resmi Layangkan Surat ke BK

Permasalahan ini, kata Imer merupakan bentuk kelalaian yang disengaja atau adanya unsur kesengajaan. Karena, Staf komisi tidak mungkin berani  membuat surat kalau tidak ada perintah dari pimpinan.

“Saya ini sudah 10 tahun di DPRD, jadi tidak ada staf yang pernah membuat atau memalsukan surat dan tidak akan berani membuat surat kalau tidak ada perintah dari pimpinan komisi. Jadi, semua harus bertanggung jawab, karena ini merupakan bentuk kelalaian yang disengaja, ada unsur kesengajaannya,”ungkapnya.

Baca Juga:  Pansel & Pimpinan DPRD Diminta Ungkap Pihak yang Terlibat Pemalsuan Surat

Sebelumnya, Inspektorat provinsi Lampung akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri keterlibatan oknum sekretariat komisi I atas dugaan memanipulasi tandatangan Wakil Ketua DPRD. Johan Sulaiman.

Hal ini untuk menindaklanjuti hasil  klarifikasi komisi I DPRD Lampung yang menyatakan bahwa surat keluar pimpinan DPRD kepada Pansel Sekdaprov disinyalir terdapat manipulasi tanda tangan wakil ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman  diluar sepengetahuan dan petunjuk pimpinan maupun anggota komisi 1. Tetapi murni  kelalaian staf sekretariat komisi.

Baca Juga:  Buntut Pemalsuan Surat, Sekwan Pindahkan Staf Sekretariat Komisi

Kepala Inspektorat provinsi Lampung, Saiful Darmawan menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan itu dengan membentuk tim investigasi.

“Tim investigasi sudah dibentuk dan segera akan kita lanjuti. Karena sudah masuk pemberitaan yang menjadi konsumsi publik,”katanya, Kamis (11/10). (*)

Pemalsuan Surat Ririn

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan