Mulai Hari Ini – 16 Oktober, PLN Distribusi Lampung Lakukan Pemadaman Bergilir

Kantor PLN Distribusi Lampung (Foto ist)

BANDARLAMPUNG – Mulai 11 hingga 16 Oktober 2017, PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung, akan melakukan pemadaman bergilir untuk Bandarlampung, Tanjungkarang dan sekitarnya. PT. PLN mengaku, pemadaman listrik ini akibat pemeliharaan rutin pada setiap jaringan.

Dari keterangan resmi PT. PLN Distribusi Lampung, pemadaman listrik di area Tanjungkarang dan sekitarnya, akan dimulai dari pukul 09.00-15.00 WIB. Dengan durasi pemadaman listrik selama sekitar enam jam.

“Sehubungan dengan peningkatan pelayanan, PLN harus melakukan pemeliharaan rutin terhadap jaringan. Berikut kami sampaikan jadwal rencana pemeliharaan di Area Tanjungkarang pada 11-16 Oktober 2017. Kami mohon maaf apabila aktivitas Anda terganggu selama pemeliharaan berlangsung. Salam hangat,” seperti dikutip dari Akun Facebook PLN Distribusi Lampung, Rabu, (11/10).

Seperti diketahui, PT PLN Distribusi Lampung, juga pernah beralasan, bahwa kebijakan pemadaman aliran listrik secara bergilir masih akan berlanjut. Hal tersebut mengingat kondisi ketersediaan daya listrik di Provinsi Lampung masih terus mengalami defisit.

General Manajer PT PLN Distribusi Lampung, M Irwansyah Putra  mengatakan bahwa pemadaman aliran listrik secara bergilir di Lampung masih terus berlanjut hingga Juli 2017 lantaran masih terjadi defisit daya listrik di daerah ini hingga mencapai 200 megawatt (MW).

“Kondisi ini masih akan terus terjadi karena sejumlah pembangkit listrik PLN Distribusi Lampung masih mengalami kerusakan dan kendala,” katanya.

Menurutnya, delapan pusat pembangkit listrik yang tersebar di Provinsi Lampung saat ini, hanya PLTU Sebalang yang belum bekerja maksimal atau tidak aktif, sehingga sering terjadi pemadaman listrik secara bergilir.

Ia menyebutkan, delapan pembangkit listrik yang tersebar di Provinsi Lampung, yakni PLTU Tarahan dengan kapasitas daya listrik 2×100 MW, PLTU Sebalang 2×100 MW, PLTP Ulubelu 1 dan 2 kapasitas 2×55 MW, PLTA Besai 2×45 MW, PLTA Batutegi 2×45 MW, serta PLTD Tarahan 3 dan 4 masing-masing berkapasitas 2×100 MW.

“Secara total pembangkit di Lampung mampu menghasilkan sekitar 890 MW daya listrik, dengan catatan seluruh pembangkit itu bekerja dengan normal,” jelasnya.

Namun, Irwansyah mengatakan, sejumlah gangguan kerap terjadi pada pembangkit tersebut. Seperti PLTU Sebalang yang mengalami kerusakan sehingga terjadi defisit 200 MW, ditambah dengan Unit 4 di Tarahan yang juga bermasalah dan akhir-akhir ini mengalami kerusakan.(ZN)

 

3,068 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment