Kartu Tani Solusi Subsidi Tepat Sasaran

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA—Pemerintah tengah mengkaji rencana transformasi subsidi pupuk menjadi subsidi langsung untuk petani. Program subsidi langsung ini melalui kartu tani dan bertujuan untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran kepada petani.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menuturkan, iimplementasi kartu tani diharapkan dapat memperbaiki database petani agar menjadi lebih akurat dan terintegrasi. Serta, mengetahui informasi luas lahan pertanian per wilayah dan menetapkan kebijakan berdasarkan perkiraan hasil panen.

Terdapat lima hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan kartu tani yaitu payung hukum, penyuluhan pertanian, perluasan kartu tani, koordinasi antar bank pelaksana, dan phase out subsidi pupuk.

Untuk bank penerbit kartu tani terdiri dari tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu BRI untuk Banten, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bank Mandiri di Jawa Barat, dan Bank BNI untuk Jawa Timur. Adapun progress kartu tani di Pulau Jawa per akhir September 2017 sudah mencapai 97%.

Direktur BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan, dengan adanya kartu tani, maka bank akan mengeluarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekira Rp8 juta per hektare (ha), termasuk untuk pupuk atau bibit.

“Yang biaya hidup bisa ditarik tunai, kalau yang lain menggunakan kartu kayak pupuk dan subsidi lain,” jelasnya.

Saat ini, konsep kartu tani akan disamakan formatnya dengan penyaluran KUR.

“Lebih mudah untuk KUR karena sudah terverifikasi. Tahun ini sudah selesai 2 juta lebih, sekitar 92%. Kita selesaikan Jawa selesai tahun ini. Daerah lain tinggal pengembangan saja,” paparnya.(*)

438 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment