Mayat Alan Ditemukan di Pantai Batanggegalang

Ilustrasi

KOTAAGUNG—Musim pancaroba harus menjadi perhatian bagi siapa saja yang mempunyai hobby mancing. Seperti yang menimpa Alan (25) warga Pekon Sukabanjar, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus ini,ditemukan tewas di Pantai Batanggegalang, Dusun Kurupan, Kamis (12/10) pagi sekitar pukul 10.30 Wib.

Sebelumnya, petugas Polsek Cukuhbalak mendapat laporan dari warga yang menyebut Alan tenggelam saat sedang memancing di pantai tersebut pada Rabu (11/10) sore sekitar pukul 16.00 Wib. Menerima laporan tersebut petugas polsek bersama tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung turun ke lokasi melakukan pencarian.

Kapolsek Cukuhbalak Iptu .Rinsal Panggabean mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Alfis Suhaili mengatakan, jenazah korban ditemukan Kamis (12/10) pagi sekitar pukul 10.30 Wib. “Jenazah korban kita temukan tidak jauh dari TKP, dengan posisi kepala tersangkut dibebatuan,” kata Iptu Rinsal, Kamis (12/10).

Menurut Kapolsek, jenazah sudah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Setelah diperiksa tim medis Puskesmas Cukuhbalak, jenazah kita kembalikan ke keluarga untuk dimakamkan,” terangnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban sedang memancing di atas bebatuan pantai. Kemudian, korban bermaksud pindah lokasi, tapi terplest dan jatuh ke laut. Korban yang tidak bisa berenang, langsung digulung ombak.

“Menurut Iwan (30) teman korban. Mereka mancing di pantai itu sekitar pukul 15.00 Wib. Saat itu korban akan pindah lokasi, tapi terpleset  dan jatuh ke laut,” tuturnya.

Sementara ditempat terpisah, petugas Gabungan yang berasal dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI AL, Pol Air Kotaagung dan BPBD beserta masyarakat tengah melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang tenggelam di Laut Tanggamus.

Endi (22), Nelayan warga Desa Waygelang, Kotaagung Barat dilaporkan tenggelam pada Selasa (10/10) malam di perairan Teluk Semangka sekitaran Waysom dan Batu Balai Kecamatan Kotaagung Timur.

Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian berawal ketika kapal nelayan yang berisi 20 anak buah kapal (ABK) sedang melakukan aktifitasnya mencari ikan, kemudian korban yang bersandar di bambu tiang bendera yang terletak di buritan kapal tiba-tiba jatuh kelaut.

“ABK yang lain langsung berusaha menolong dengan berenang kelaut, namun usaha ABK tersebut sia-sia. Setelah sekitar 1 jam pencarian, akhirnya pencarian dihentikan dikarnakan cuaca tidak mendukung atau sudah gelap,” ungkapnya. (SB/CH)

578 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment