Polres Lamtim Ringkus 8 Penambang Liar

Ilustrasi (Ist)

SUKADANA– Delapan orang warga diamankan petugas Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Lampung Timur (Lamtim), atas tuduhan penambangan pasir liar di dalam kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kapolres Lamtim AKBP Yudy Chandra Erlianto,S.IK., M.H., didampingi Kasat Reskrim  AKP Sugandhi Satria Nugraha,S.IP., menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, tentang aktivitas penambangan pasir di dalam kawasan hutan TNWK tanpa izin.

“Kami mendapat laporan adanya aktivitas penambangan liar di RPTN Toto Projo SPTN Wilayah II Bungur Balai Taman Nasional Way Kambas dengan titik koordinat 48 M 0561258 UTM 9450223,” kata AKBP Yudi Chandra, Kamis (12/10).

Berdasarkan laporan tersebut, Rabu (11/10) sekitar pukul 09.00 Wib, anggota Unit Tipiter melakukan penyusuran dilokasi dimaksud. Dan benar saja, sekelompok orang tengah melakukan aktivitas penambangan pasir dengan mesin sedot. “Petugas kami langsung mengepung dan menghentikan aktivitas penambangan pasir liar di kawasan TNWK, serta mengamankan para pelaku,” lanjutnya.

Adapun,  para pelaku penambangan pasir liar tersebut, yakni  SO (58), SL (32), DG (37), SI (58), NI (36), dan AP (28), keenamnya merupakan warga  Dusun VI Desa Tamanfajar Purbolinggo Lamtim. Lalu,  SH (62), dan SN (64), keduanya warga  Desa Tegalyoso Purbolinggo Lamtim.

Bersama para tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang berupa,   8 buah sekop pasir, 7 buah cangkul, pasir hasil sedot sekira 3 kubik, 3 unit mesin sedot pasir, 3 buah blower pasir, 3 batang paralon sepiral, 8 batang paralon 4 inch, dan 1 buah drum plastik.

“Berdasarkan pengakuan para pelaku, pasir hasil penambangan liar tersebut, kemudian dijual ke masyarakat dengan harga rata – rata Rp150 per mobil,” papar Kapolres.

Polisi selanjutnya menggelandang para pelaku bersama sejumlah barang bukti ke Mapolres Lamtim di Sukadana. “Para pelaku akan dijerat  dengan pasal 89 ayat (1) huruf a Undang – undang nomlr 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” pungkas Yudy Chandra. (EL)

3,353 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment