Ekonomi Lokal Atasi Kemiskinan

Ilustrasi. (Ist)

BLAMBANGANUMPU—Pemkab Waykanan sedang fokus mengembangkan potensi ekonomi lokal untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan peningkatan perekonomian seperti terbukanya lowongan pekerjaan, pendataan kerluarga miskin, pemberian rastra, dan pemberian bantuan tepat sasaran.

“Kemiskinan merupakan hal yang menjadi momok baik di tingkat nasional hingga daerah terlebih di wilayah perdesaan. Berbagai upaya telah dan terus diupayakan dalam upaya mengatasi persoalan kemiskinan,” ujar Edward Antony, Wakil Bupati Waykanan, Kamis (12/10).

Meski begitu, menurut dia, banyak persoalan yang menjangkiti kemiskinan dimana permasalahan itu saling berkaitan satu sama lain. Sehingga ada kecenderungan masyarakat di perdesaan sulit keluar dari kemiskinan. Kondisi ini diperparah kurang maksimalnya upaya pemerintah pusat, daerah dan tentunya desa serta masyarakatnya untuk benar-benar berupaya mencari jalan keluar dari kemiskinan tersebut.

“Pemerintah pusat, daerah dan desa harus bisa mencarikan solusi agar keluarga miskin yang ada di Waykanan bisa berkurang dan jangan sampai bertambah karena selama ini yang ada di lapangan jumlah keluarga miskin selalu bertambah saat melakukan pendataan bukan berkurang,” ungkapnya.

Selain kurangnya perhatian pemerintah, banyak persoalan lain yang berkontribusi terhadap merebaknya kemiskinan, diantaranya tingkat pendidikan serta kualitas pendidikan masyarakat yang masih rendah.

Faktor lain disebabkan rendahnya aset yang dikuasai masyarakat perdesaan, pelayanan sarana dan prasarana perdesaan kurang memadai, terbatasnya kesempatan melakukan usaha di perdesaan, lemahnya pembangunan berbasis masyarakat dan lemahnya koordinasi dalam pembangunan perdesaan itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, ada kecendrungan masyarakat dalam kategori miskin semakin apatis menjalani hidup, karena berharap banyak dari sumbangan langsung yang terus diberikan oleh pemerintah dan pihak lain.

Menyadari hal tersebut pemerintah seharusnya dapat membuat terobosan dalam penanggulangan kemiskinan sesuai dengan karakter dan potensi daerah/desa masing-masing dan tidak menunggu intervensi program penanggulangan kemiskinan dari pemerintah semata.

Edward menjelaskan, pengembangan ekonomi lokal yang dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi lokal merupakan hal penting yang perlu dilakukan.  Ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Sehingga dengan sendirinya dapat menekan angka kemiskinan di daerah bersangkutan.

“Solusi ini memang bukanlah satu-satunya solusi tepat, mengingat setiap daerah memiliki masalah berbeda, sehingga penanggulangan kemiskinan memerlukan solusi yang juga berbeda.Strategi dan kebijakan alternatif yang berpihak kepada rakyat miskin, option for the poor, menjadi kebutuhan mutlak menanggulangi kemiskinan,” jelasnya.

Pemerintah perlu mengembangkan sistem pendidikan nasional yang berorentasi keberpihakan kepada orang miskin. Pendidikan yang ditawarkan di Indonesia cenderung mahal dan sulit dijangkau orang miskin.

Karenanya, mereka memilih tidak menyekolahkan anak mereka, sebab beban biaya pendidikan tidak sebanding kemampuan keuangan mereka.

Sebagian besar tanah pertanian dimiliki tengkulak lokal dan tuan tanah. Akibatnya, tanah pertanian tidak memberikan penghasilan cukup bagi orang desa yang memiliki tanah dan modal pertanian terbatas, mendorong perkembangan investasi pertanian dan pertambangan ke daerah perdesaan.

Pembukaan investasi pertanian dan pertambangan dapat memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat desa. Dengan begitu, pendapatan mereka akan meningkat dan berpengaruh pada perubahan kesejahteraan hidup.

Dalam hal ini, pemerintah lebih berperan hanya sebagai inisiator dan fasilitator dalam proses tersebut, sehingga, kerangka dan pendekatan penanggulangan kemiskinan disepakati pemerintah dan pihak lainnya dapat bergabung menjadi kekuatan yang saling mendukung dan yang bertanggungjawab dalam menyusun anggaran belanja harus menyadari pentingnya penanggulangan kemiskinan sehingga upaya ini ditempatkan dan mendapat prioritas utama dalam setiap program di setiap instansi.

Dengan demikian, penanggulangan kemiskinan menjadi gerakan dari, oleh dan untuk rakyat. Berbagai upaya tersebut, membutuhkan usaha yang serius untuk melaksanakannya. Disamping itu diperlukan komitmen pemerintah dan semua pihak untuk melihat kemiskinan sebagai masalah fundamental yang harus ditangani dengan baik, berkelanjutan dan dengan dukungan anggaran yang jelas.(*)

 

698 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment