Industri Makanan Punya Potensi Besar

ist

BANDARLAMPUNG—Tahun ini Kementerian Perindustrian akan fokus untuk mengembangkan sektor makanan karena memiliki potensi besar untuk pasar lokal maupun ekspor. Setiap daerah memiliki ciri khas makanan masing-masing namun masih butuh pengelolaan agar memiliki nilai jual.

“Kita mau supaya ekonomi daerah benar-benar bangkit ya. Kalau makanan bahan bakunya kan pasti daerah masing masing. Kalau kerajinan sebagian impor. Nah jadi saya fokusnya ke makanan dulu, kenapa? Karena IKM juga sebagian besar 50 persen itu makanan,” jelas Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Kemenperin, Gati Wibawaningsih, Senin (16/4).

Menurut Gati, peluang ekspor Indonesia untuk makanan cukup besar sehingga harus dioptimalkan agar tak kalah dengan negara lain. Selain kemasan, penguatan branding makanan juga penting dilakukan sebagai daya tarik konsumen.

“Kita bikin brand industrinya, nanti kita pakai QR code.  Nah itu nanti supaya kalau ditap bahwa itu tau kalau ini produksi dari daerah mana. Upaya kita membina para pelaku usaha ini agar produknya menjadi bagus dan memiliki daya saing yang tinggi dengan tentunya selalu diberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan alat,” ujarnya.

Pjs Gubernur Lampung Didik Suprayitno yang diwakili oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat menyampaikan bahwa IKM memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar dan membuka peluang usaha dalam rangka mewujudkan peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat. Untuk itu, IKM perlu terus diperkuat agar dapat tumbuh dan berkembang lebih dinamis produktif dan berdaya saing.

Peran pembina amat diperlukan guna memperkuat industri khususnya industri dengan skala kecil dan menengah. Dengajn tujuan agar dapat semakin eksis memenuhi preferensi konsumen baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

IKM Dinas Perindustrian Provinsi Lampung telah melakukan beberapa terobosan antara lain melalui Bimtek atau pelatihan terhadap IKM selama 3 tahun terakhir sebanyak 3.213 IKM melalui dana APBD dan APBN (dekonsentrasi).

Taufik menjabarkan, jumlah pembinaan yanga da tersebut belumlah memadai dibandingkan dengan jumlah IKM di Provinsi Lampung yang mencapai 96.346 unit usaha IKM.

Demikian pula pembinaan IKM kerajinan unggulan Provinsi Lampung yang cukup banyak. IKM ini meliputi IKM Pangan (IKM makanan berbahan baku Coklat di Pesawaran, Kota Bandarlampung, Lampung Tengah dan Kota Metro); IKM Keripik Pisang dan Kopi Bubuk di Kota Bandarlampung, Pesawaran, Lampung Barat, Tanggamus dan Way Kanan.

Lainnya IKM Sulam Tapis (Pesisir Barat, Tanggamus dan Kota Bandarlampung). IKM Sulam Maduaro di Tulang Bawang. IKM Souvenir Khas Lampung di Kota Metro, Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung.

Kepala Bappeda ini menjelaskan, posisi strategis Provinsi Lampung sebagai gerbang Sumatera dan menjadi provinsi terdekat dengan Pulau Jawa merupakan modal besar pengembangan IKM. Hal ini ditambah lagi dengan infrastruktur yang ada seperti Pelabuhan Panjang dan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), dan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dalam bidang industri yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan menengah dan tinggi, serta ketersedian lahan menjadi faktor pendukung bagi pembangunan Industri. (*)

154 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

IKM Provinsi Lampung Kemenperin kembangkan industri makanan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan