Ini Lima DPO Yang Tengah Diburu Kejari


Bandar Lampung – Nampaknya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap 5 Daftar Pencarian Orang (DPO) di bandarlampung , berdasarkan himbauan dari Kejaksaan Agung. Kamis (23/09)

“Kejaksaan Negeri Bandarlampung saat ini masih memiliki 5 target DPO yang sebelumnya 6 DPO di karenakan salah satu DPO tersebut telah meninggal dunia, ” Kata kepala Kejaksaan Negeri Bandarlampung Abdullah Noer Deny saat di wawancara media .

Untuk target , kata dia akan di lakukan secepatnya jika tidak mengalami kendala saat akan melakukan penangkapan.

“Untuk target secepatnya akan di lakukan , namun tidak bisa di pastikan, karena banyak kendala saat di lapangan , seperti DPO yang disebut licin, ” Ungkapnya

Selain itu, nama DPO tersebut, sambung Deny sapaan akrabnya mengungkapkan, bahwa terkait perkara dari tahun 2012 hingga saat ini .

“Yakni Hi satono ,Hi Haidar Tihang, Sugan Sukiandojojo, Basais Sutami, Susanti Putri, Akhmad Azani dan Sarifuddin Kesuma , “pungkasnya

Diketahui, Haidar Tihang merupakan DPO kasus tindak pidana tanah pada tahun 2012 silam dan akhmad Azani Kesuma, DPO kasus penyerobotan tanah pada tahun 2019 lalu.

Kemudian, Basais Sutami dan Sugan Sukiandjojo sebagai buronan atau DPO, merujuk pada surat Kejari Bandar Lampung nomor 12/DPO/N.8.10/12/2017 disebutkan bahwa terpidana Basais Sutami terbukti melanggar Pasal 376 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Pasalnya, sejak terbitnya putusan pengadilan itu, Basain Sutami tidak hadir memenuhi panggilan sampai dengan saat ini.

Lalu, Susanti Putri juga merupakan buronan dari kejari bandarlampung sejak Agustus 2017 .

Sedangkan, DPO yang sudah meninggal yakni satono mantan bupati Lampung Timur,
terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur tahun anggaran 2008 dan  Mahkamah Agung (MA) pun menjatuhkan vonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta terhadap Satono di tahun 2012.

Posting Terkait