Ini Profil 2 Penyair Lampung yang Akan Bertarung di Panggung Apresiasi Puisi

BANDAR LAMPUNG – Penyair senior Lampung, Djuhardi Basri (Kotabumi) dan Isbedy Stiawan ZS (Bandar Lampung) menyatakan siap bertarung di panggung Apresiasi Puisi yang digelar Himpunan Bahasa dan Sastra (Himbas) STKIP Kotabumi, Lampung Utara, Senin (29/10) siang.

Menurut Riswansyah, ketua panitia, pemampilan maestro penyair Lampung itu seusai puncak lomba baca puisi tingkat SMA se Lampung Utara.

“Kami perkirakan selepas salat zuhur, pertarungan dimulai,” kata dia.

Riswansyah yakin pembacaan puisi dua penyair Lampung itu bakal seru. Apalagi, Djuhardi dan Isbedy sudah terbiasa performa art di berbagai panggung di tanah air maupun luar negeri.

Penyair Djuhardi Basri dan Isbedy Stiawam ZS adalah alumni Forum Puisi Indonesia 87 yang ditaja Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di TIM Jakarta, September 1987.

Baca Juga:  Penyair Djuhardi Basri & Isbedy Stiawan ZS akan Tarung Baca Puisi

Djuhardi saat itu utusan dari Surakarta, Jawa Tengah. Djuhardi pada 1987 adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Di kampus, Djuhardi juga terlibat di kelompok teater kampus, Gidak-Gidik. Puisinya pernah satu antologi dengan Isbedy dan para penyair muda lain, Sang Penyair, diterbitkan HP3N Koordinator Lampung.

Djuhardi Basri yang kini dosen di STKIPM Kotabumi ini kelahiran Kotabumi, 27 November 1960. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media Jakarta dan daerah, di antaranya Swadesi, Berita Buana, Pelita, Shimponi, dan lain-lain.

Selain itu terhimpun dalam buku Langgam Kesunyian, Peta yang Terbakar, Dzikir Semesta, dan banyak lagi.

Baca Juga:  Puisi Isbedy Lolos Kurasi Puisi Perdamaian 9 Negara

Meski kesibukanya menjadi pengajar, Djuhardi masih sempat menulis puisi. Buku puisi terbutan Teras Budaya Jakarta, 2018, ialah Perjalanan Taskell.

Sementara penyair Isbedy Stiawam ZS, kelahiran Tanjungkarang, 5 Juni 1958, adalah sebagian dari peserta Forum Puisi Indonesia 87 yang digadang sebagai penyair masa depan saat itu.

Penyair yang dijuluki Paus Sastra Lampung oleh H.B. Jassin ini menulis puisi, cerpen, esai, dan karya jurnalistik. Karya-karya sastranya telah dipublikasikan di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Indo Pos, Suara Pembaruan, Horison, NOVA, Bali Pos, KR, Jawa Pos, Suara Merdeka, Lampung Post, dan banyak lagi.

Baca Juga:  Isbedy dan Musisi Tubaba akan Pentas di Batam dan Tanjungpinang

Buku sastranya, antara lain Darah, Menampar Angin, Aku Tandai Tahilalatmu, Kota Cahaya, Seandainya Kau Jadi Ikan, Perempuan Sunyi, Kau Mau Mengajakku ke Mana Malam ini?, Kita Hanya Pohon, Kota Kita Malam, Di Alunalun itu Ada Kalian, Kupukipu, dan Pelangi, dan Kepada Para Toewan.

Buku puisi Isbedy, Menuju Kota Lama sebagai buku puisi terbaik Sayembara Buku Puisi Hari Puisi Indonesia (2015), selain sejumlah buku sastranya menjadi 10 nominator Kusala Literary Khatulistiwa Award.

Seperti Djuhardi, Isbedy mengaku sudah siap tampil sepanggung di STKIP Muhammadiyah Kotabumi, Lampung Utara, Senin (29/10) mendatang.

Djuhardi Basri Isbedy Stiawan ZS

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan