Inklusi Keuangan Masih Rendah

Budiharto-Setyawan. ist

BANDARLAMPUNG—Bank Indonesia Perwakilan Lampung menyatakan, tingkat inklusi keuangan pada akses layanan perbankan masih sangat rendah. Untuk itu BI terus meningkatkan akses layanan keuangan digital karena sistem ini makin dibutuhkan dan memudahkan masyarakat bertransaksi.

“Inklusi keuangan pada akses perbankan baru 30 persen. Jadi itu masih sangat minim,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan.

Inklusi keuangan diterapkan dengan akses keuangan layanan digital, yakni kartu elektronik (e-money) yang sebentar lagi digunakan dalam pembayaran tarif jalan tol.

Khusus penggunaan kartu elektronik untuk pembayaran jasa jalan tol yang segera diaktifkan, pentingnya Bank Indonesia memberikan informasi terkait sosialisasi sarana dan prasarana, syarat sampai cara top up kartu elektronik yang bisa digunakan masyarakat.

Menurut dia, keuntungan menggunakan kartu elektronik yakni perbandingan waktu bisa menjadi lebih efisien atau hanya membutuhkan kurang lebih 2 detik untuk setiap transaksi.

“Masyarakat tidak perlu menunggu kembalian uang sehingga terhindar dari uang palsu,” ujarnya.

Budi menjelaskan, masyarakat bisa memilih kartu yg teregistrasi dan tidak teregistrasi. Untuk sistem yang teregistrasi uang dalam e-money sebesar Rp5 juta sampai Rp10 juta dan untuk yang tidak teregistrasi nominalnya tidak dibatasi.(*)

Inklusi Keuangan Masih Rendah Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan.

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan