IPW Menaruh Curiga Atas Pengungkapan 1 Kg Sabu Oleh BNN Lampung yang Diduga Libatkan Oknum Polisi

IPW Punya Jejak Buronan KPK: Mantan Sekjen Mahkamah Agung Nurhadi Terpantau, Harun Masiku Diduga Sudah Tewas

Ketua Presidium IPW Neta S Pane.

Bandar Lampung – Indonesia Police Watch [IPW] agaknya menaruh curiga atas kinerja Badan Narkotika Nasional [BNN] Provinsi Lampung.

Kinerja yang dimaksud menyoal hasil pengungkapan tindak pidana narkotika dengan barang bukti diduga narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 Kilogram.

Pada pengungkapan tersebut BNN Provinsi Lampung diduga turut mengamankan oknum polisi berpangkat AKP yang belakangan diketahui bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung. Selain itu, BNN Provinsi Lampung juga diduga mengamankan dua orang lainnya –satu diantara diduga seorang kepala kampung.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan pengungkapan atas kinerja BNN Provinsi Lampung sudah sepatutnya dipublikasikan segera. Publikasi itu dinilai IPW justru baik untuk bagi citra BNN Provinsi Lampung.

Baca Juga:  BNN Lampung Dikabarkan Sita 1 Kilogram Sabu Dan Juga Turut Amankan Oknum Polisi

“Biasanya setiap ada penangkapan narkotika, polisi dan BNN selalu ekspos besar-besaran untuk mengangkat kinerja dan prestasinya,” kata Neta S Pane seperti keterangan tertulisnya yang diterima Fajar Sumatera, Selasa, 11 Agustus 2020.

Namun dengan tidak adanya publikasi yang menurut IPW tidak dilakukan oleh BNN Provinsi Lampung, IPW justru menaruh curiga.

“Sehingga menjadi aneh, kenapa dalam kasus penangkapan sabu 1 Kg di Lampung, BNN tidak melakukan ekspos dan tidak bersikap transparan,” kata Neta S Pane.

Keanehan itu dianggap Neta S Pane dilatarbelakangi atas adanya dugaan keterlibatan oknum kepolisian berpangkat AKP tersebut. IPW menduga keterlibatan oknum kepolisian dengan kategori Perwira Pertama [Pama] membuat BNN Provinsi Lampung menjadi tertutup kepada publik. Gambaran ketertutupan informasi publik ini dinilai IPW tidak baik bagi citra institusi BNN.

Baca Juga:  "Ini Apa-apa Dikaitkan Jaringan Lapas" Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung Dinilai Jadi Saran Bagi BNN Supaya Tidak Tebar Hoax

“Apakah akibat ada Pama Polri yang diduga ikut tertangkap, sehingga berusaha ditutup-tutupi?” ujar Neta S Pane.

Ketertutupan informasi publik ini dikaitkan Neta S Pane dengan kinerja insan pers. Dengan adanya gambaran tentang ketidakterbukaan tadi, IPW menilai BNN Provinsi Lampung telah membuat insan pers dan publik menjadi ikut-ikutan curiga.

“Wajar rekan rekan pers curiga terhadap hal ini. Untuk itu, jika penangkapan itu memang ada dan para wartawan punya data akurat soal penangkap tersebut, sebaiknya dibuka secara transparan agar BNN bisa tahu persis dan bisa bersikap terang benderang,” tegasnya.

Baca Juga:  Oknum Perwira Polda Lampung Terlibat Narkoba Bakal Dipecat?

“Dengan demikian, jika kasus itu memang, ada harus diusut tuntas dan siapa pun yang terlibat harus diproses hukum,” timpalnya.

BNN Provinsi Lampung sendiri memberikan pernyataan, bahwa konstruksi hukum yang mencakup soal status hukum para terduga pelaku tindak pidana narkotika masih didalami. Pendalaman itu nantinya dijanjikan akan disampaikan kepada publik usai melakukan proses sesuai ketentuan dalam KUHAP selama 3×24 jam.

Diketahui, kegiatan BNN Provinsi Lampung ini berlangsung di Kabupaten Lampung Tengah, Minggu, 9 Agustus 2020. [Ricardo Hutabarat]

BNN Lampung Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung

Posting Terkait